Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Ketua BTB : Nyepi Tidak Dikomersilkan

Selasa, 4 Maret 2008, 18:54 WITA Follow
Beritabali.com

image.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Keresahan masyarakat atas komersialisasi Nyepi melalui paket-paket wisata yang dipromosikan sejak awal Februari, langsung dijawab oleh Ketua Bali Tourism Board, Ida Bagus Ngurah Wijaya.

Ngurah Wijaya yang ditemui di kantornya sore tadi mengaku maraknya paket Nyepi ini terkait dengan momen tahunan yang sangat jarang diperoleh. Terlebih lagi Hari Raya Nyepi ini hanya dirayakan secara besar-besaran di Bali.

“Ini kan momen yang jarang sekali didapat oleh para pengusaha hotel, dan rupanya mereka jeli dengan peristiwa ini. Oleh karena itu, paket Nyepi setiap tahun selalu banyak dijual,” ujarnya.

Ketika ditanya tentang ulah hotel-hotel nakal yang sering mengajak tamunya berkeliling kota untuk menikmati suasana Bali yang benar-benar sepi, Wijaya dengan tegas menyatakan tindakan tersebut merupakan tindakan yang bersifat melecehkan. “Itu sama saja dengan melecehkan Hari Raya Hindu.

 

 

Oleh karena itu, Pemprov Bali sudah jauh-jauh hari menghimbau para pengusaha pariwisata, agar tidak mengajak tamunya berkeliling kota saat Nyepi nanti,” lanjutnya. Ketika ditanya apakah paket Nyepi ini merupakan sebuah bentuk komersialisasi hari raya, Wijaya secara tegas membantahnya. Menurutnya, hotel-hotel hanya memanfaatkan momen yang jarang terjadi.

“Sama halnya dengan saat tahun baru atau Natal, itu kan momen hanya datang setahun sekali. Jadi ini sama sekali bukan sebagai bentuk komersialisasi hari raya. Para pengusaha hanya memanfaatkan momen-momen kebudayaan yang terjadi menjelang dan sesudah Nyepi,” kelit Wijaya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/psk



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami