Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 15 Agustus 2026
Penumpang Adam Air Kalang Kabut
Tuban
BERITABALI.COM, BADUNG.
Penghentian operasional maskapai Adam Air yang mulai berlaku pada tanggal 21 Maret mendatang, ternyata dampaknya sampai ke Pulau Bali. Pasalnya, hingga saat ini Adam Air masih membuka satu kali penerbangan dengan rute Bandara Ngurah Rai-Soekarno Hatta.
Berdasarkan pantauan Beritabali.com di Bandara Ngurah Rai siang tadi, sejumlah penumpang yang akan menggunakan jasa maskapai ini pun berbondong-bondong mendatangi kantor Adam Air yang ada di Bandara Ngurah Rai, Denpasar. Mereka ingin segera menukarkan tiket yang sudah terlanjur mereka beli.
Kendati mereka beramai-ramai mendatangi kantor Adam Air, mereka terpaksa kembali dengan tangan hampa. Pasalnya mereka disuruh kembali sore ini untuk mengambil dana. Pihak Adam Air sendiri mengaku saat ini belum menerima kucuran dana dari Kantor Pusat untuk biaya refund tiket.
Salah seorang masyarakat yang enggan menyebutkan namanya mengaku kesal dengan ulah Adam Air yang belum menukar tiketnya dengan uang tunai. Ia pun khawatir tidak mendapat biaya ganti rugi. “Tiket saya untuk keberangkatan tanggal 23. Dari tadi pagi saya disini untuk menukar tiket, tapi sampai sekarang pihak maskapai belum juga memberikan dana,” tuturnya kesal. (psk)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4532 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2343 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1996 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1605 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1048 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun