Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 19 Juni 2026
Hotel Harus Kembalikan Air Tanah!
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Seruan keras dilontarkan oleh Kepala Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup Regional Bali-Nusa Tenggara, R. Sudirman kepada para pemilik hotel. Mereka (para pemilik hotel) diminta untuk mengembalikan air tanah yang selama ini habis dikonsumsi. Menurut Sudirman, setiap hotel setiap harinya minimal menghabiskan 120 liter air untuk mandi wisatawan, yang kemudian dibuang sebagai limbah. “Setiap orang itu normalnya menggunakan 60 liter air sekali mandi. Kalau dua kali mandi, itu sudah menghabiskan 120 liter air, dan hanya untuk tamu. Setelah digunakan untuk mandi, air itu akan dikelola dan dibuang sebagai sebuah limbah. Dan itu baru untuk mandi saja, belum termasuk mandi,” ujar Sudirman yang ditemui di kantornya, selasa (25/3).
Lebih lanjut Sudirman mengatakan, saat ini para pengelola hotel setidaknya harus mengubah pengelolaan limbah yang diterapkan selama ini. Menurutnya, hotel-hotel yang ada saat ini harus menjadikan limbah sehingga bisa digunakan lagi. “Saat ini limbah yang sudah dibuang rata-rata tidak bisa digunakan lagi. Kalau limbah itu dikelola lagi agar bisa digunakan, alangkah baiknya. Kalau tidak dikelola, bayangkan dalam sehari berapa liter air yang disedot dari tanah untuk sebuah hotel yang ada di Bali,” tegasnya.
Jika tidak? Sudirman bahkan secara tegas meminta agar hotel yang tidak bersedia mengelola lahannya untuk mengembalikan air tanah yang selama ini digunakan. “Kalau tidak mau mengelola, hotel itu harus mengembalikan air tanah yang selama ini sudah mereka sedot. Selama ini kan hotel-hotel dengan seenaknya menyedot air tanah, tanpa mau peduli bagaimana dan dari mana air tanah itu datang. Sepertinya mereka tidak perduli dengan saudara kita di tempat lain yang hingga saat ini masih kesulitan air,” pungkasnya.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun