Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 16 September 2026
Berawal Dari Penggandaan Uang
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kasus pembunuhan berencana yang dilakukan Putu Suaka (45) terhadap pasangan suami istri Kadek Suara dan Luh Sukesi di Dusun Tingkih Kerep, Desa Jinengdalem, Kecamatan Buleleng, Sabtu (5/4) direkonstruksikan di Mapolres Buleleng. Rekonstruksi pembunuhan pasutri Jineng Dalem yang dipimpin Kaurbinops Sat Reskrim Polres Buleleng, Iptu. Wayan Parwata berlangsung hampir tiga jam dengan menghadirkan pelaku utama pembunuhan Putu Suaka dan sejumlah saksi yang terkait peristiwa tersebut, sementara korban Kadek Suara dan Luh Sukesi diperankan anggota Sat Reskrim Polres Buleleng.
“Kita melakukan rekontruksi ini untuk memperjelas hasil penyidikan yang telah dilakukan dengan menghadirkan tersangka dan rekontruksi ini sengaja kita gelar tidak di tkp untuk menghindari hal-hal yang kita tidak inginkan, sebab keluarga korban masih dendam terhadap tersangka,” ungkap Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol. Khaidar Latief. Dari 32 adegan dalam rekontruksi pembunuhan pasutri Kadek Suara dan Luh Sukesi berkembang menjadi 37 adegan. "Ada beberapa tambahan dalam adegan pembunuhan itu, sehingga dari 32 adegan yang direncanakan, menjadi bertambah,” ujar Khaidar Latief.
Dalam proses rekonstruksi tersebut terungkap, tersangka Putu Suaka terlibat perbincangan dengan kedua korban Kadek Suara dan Luh Sukesi, awalnya tersangka mengajak kedua korban untuk bisnis jual beli rambutan, lantaran dijawab tidak punya modal, tersangka mengalihkan pembicaraan untuk menggandakan uang yang kemudian disetujui kedua korban. Tiba di hari perencanaan untuk menggandakan uang, tersangka Putu Suara telah menyiapkan bubuk portas di saku jaketnya, sedangkan kedua korban juga telah menyiapkan uang yang digandakan ternasuk perhiasan serta banten (sarana sembahyang,red) termasuk tiga botol minuman suplemen.
“Saya langsung bertemu dengan Suara dan Sukesi, setelah berbincang-bincang, Suara mengeluarkan uang dari tas pinggang dan Sukesi meletakan perhiasan emas diatas uang tersebut, sebab uangnya kurang dari kesepakatan,” ungkap Suaka saat Rekontruksi. Kedua korban selanjutnya disuruh menunggu di ruang tamu rumah korban dan tersangka Suaka mencampur minuman suplemen dengan serbuk portas dan mengocoknya. Lalu membawa ke ruang tamu dan menyuruh kedua korban untuk menghabiskan minuman tersebut, hingga kemudian kedua korbannya tewas dan tersangka Suaka mengambil uang bersama perhiasan dan selanjutnya melarikan diri.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5494 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3476 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2310 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1119 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan