Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Pengempon Pura Ulun Danu Gelar Ritual Khusus
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pasca munculnya delapan mata air baru di Danau Bulian, Pengempon Pura Ulun Danu Bulian, hari Minggu (20/4) menggelar upacara ritual khusus di Kawasan Danau Buyan, Desa Pancasari Kecamatan Sukasada. “Secara ‘niskala’ sebelumnya kita telah mengaturkan guru piduka dengan turunnya debit air di Danau Bulian ini. Dan tiba-tiba saja muncul delapan mata air yang baru, sehingga kita gelar upacara ritual khusus melakukan mendak tirta,” ungkap Kelian pengempon Ulundanu Bulian di kecamatan Sukasada, Gusti Ngurah Suparwata.
Upacara ritual mendak tirta (membawa air suci) dimaksudkan sebagai ucapan terimakasih atas berkah yang dilimpahkan kepada masyarakat serta simbolisme penyucian lokasi mata air tersebut, ”Ada delapan lokasi munculnya mata air yang baru, sehingga kita buatkan upacara sebagai ungkapan syukur kami,” ujar Ngurah Suparwata yang juga Perbekel Desa Padangbulia.
Munculnya delapan mata air yang tersebar di Kawasan Danu Buyan yang debit airnya berkurang sejak dua tahun terakhir merupakan sebuah keajaiban hal itu dikaitkan dari sekala dan niskala (dunia nyata dan maya). Masyarakat diharapkan tetap menjaga kondisi di kawasan tersebut terutama pada lokasi suci di Pura Ulundanu Bulian.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2636 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2287 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan