Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Industri Kuliner Bali Butuh Bahan Baku Ikan Berkualitas dan Efisien
BERITABALI.COM, BADUNG.
Perkembangan pariwisata Bali turut mendorong kebutuhan industri hotel, restoran, dan usaha kuliner terhadap bahan baku pangan yang berkualitas, konsisten, serta efisien dari sisi biaya operasional.
Kondisi ini membuka ruang bagi pelaku industri perikanan untuk menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan dapur profesional.
Kebutuhan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam acara pengenalan ikan tilapia premium bertajuk “KING Tilapia – Unveiling a New Culinary Experience” yang digelar di kawasan Legian, Bali, Selasa (27/10/2026). Kegiatan yang melibatkan Regal Springs dan PT Dineta Jaya itu mempertemukan pelaku industri perikanan dengan chef serta sektor hotel dan restoran untuk membahas kualitas bahan baku dan perkembangan kebutuhan kuliner.
Pembahasan berfokus pada diferensiasi kualitas ikan, konsistensi produk, pengolahan bahan baku, serta efisiensi biaya per menu. Aspek tersebut menjadi pertimbangan bagi pelaku restoran dan hospitality dalam menjaga kualitas hidangan sekaligus mengelola biaya operasional.
KING Tilapia diperkenalkan sebagai kategori premium dalam The Global Open Standard for Tilapia Quality. Kerangka standar ini mencakup sejumlah kriteria, antara lain praktik budidaya yang terintegrasi dan bertanggung jawab, ukuran ikan, kualitas pengolahan, sertifikasi, kesejahteraan ikan, serta performa kuliner.
“Indonesia memiliki potensi besar dalam industri perikanan, baik sebagai pemasok bagi pasar internasional maupun sebagai sumber bahan baku untuk industri kuliner domestik. Melalui KING Tilapia, kami ingin membuka lebih banyak ruang untuk berdiskusi dengan para chef dan pelaku hospitality mengenai bagaimana diferensiasi kualitas ikan tilapia premium dapat diterapkan untuk kebutuhan dapur profesional,” ujar Rudolf Hoeffelman, President Director Regal Springs Indonesia, Selasa (27/10/2026) di Denpasar.
Rudolf menambahkan, perkembangan pasar makanan laut internasional dan kebutuhan terhadap beragam pilihan ikan berdaging putih atau white fish turut membuka peluang pemanfaatan tilapia untuk berbagai kebutuhan kuliner. Bahan baku yang konsisten dinilai dapat membantu pelaku usaha menjaga hasil hidangan sekaligus meningkatkan efisiensi biaya setiap menu.
Dari sisi teknis, karakteristik bahan baku menjadi faktor penting dalam operasional dapur profesional. Potongan loin yang tebal, dengan berat minimum 106 gram dan ketebalan 25 milimeter, menjadi salah satu karakteristik yang diperkenalkan. Produk tersebut juga diklaim memiliki cooking yield lebih dari 85 persen, cita rasa ringan, serta daging berwarna putih alami.
Konsistensi ukuran porsi, tekstur setelah dimasak, efisiensi pemakaian bahan baku, dan kemudahan pengolahan menjadi sejumlah pertimbangan bagi chef dalam mengembangkan menu. Faktor-faktor tersebut berkaitan dengan pengendalian biaya produksi serta upaya menjaga kualitas hidangan yang disajikan kepada konsumen.
Dalam kegiatan tersebut, Chef Bara R. Pattiradjawane, seorang pengembang rasa dan makanan (Food and Flavor Developer Chef), memperagakan sejumlah teknik memasak melalui sesi demonstrasi langsung. Sesi ini menunjukkan bagaimana karakteristik ikan dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan hidangan dengan beragam teknik pengolahan dan profil rasa.
“KING Tilapia memiliki karakter yang cukup unik untuk ikan air tawar. Potongannya yang tebal, teksturnya yang kokoh, dan juiciness-nya memberikan fleksibilitas dalam pengolahan dengan berbagai teknik dan metode memasak yang sesuai untuk kebutuhan industri kuliner. Karakter rasanya yang ringan juga membuat ikan ini mudah dipadukan dengan beragam profil bumbu dan masakan, mulai dari hidangan Asia, Western, Afrika Utara, hingga tentunya masakan Indonesia,” ujar Chef Bara.
Pariwisata Bali dan Peluang Industri Kuliner
Bali menjadi salah satu pasar penting bagi industri makanan dan minuman karena memiliki ekosistem hotel, restoran, serta usaha kuliner yang melayani wisatawan domestik maupun mancanegara.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Bali yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), Bali mencatat hampir 6,95 juta kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang 2025, meningkat 9,72 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Perkembangan kunjungan wisatawan tersebut menjadi salah satu konteks pertumbuhan kebutuhan sektor hospitality. Pelaku usaha perlu menyeimbangkan kreativitas dalam penyusunan menu dengan konsistensi kualitas bahan baku, pengendalian biaya, dan kelancaran operasional dapur.
Di tingkat nasional, komoditas tilapia juga berkontribusi terhadap perdagangan perikanan Indonesia. Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat nilai ekspor tilapia Indonesia meningkat 14,4 persen pada 2024 dibandingkan tahun sebelumnya. Perkembangan ini menunjukkan adanya peluang bagi sektor perikanan untuk memperluas pasar, baik di dalam negeri maupun internasional.
Selain karakteristik kuliner, kandungan nutrisi dan standar produksi juga menjadi aspek yang diperhatikan dalam industri pangan. Tilapia merupakan sumber protein, vitamin D3, dan sejumlah nutrisi lainnya.
Dalam rantai produksinya, Regal Springs menyebut menerapkan sejumlah standar dan sertifikasi, termasuk ASC (Aquaculture Stewardship Council), BAP (Best Aquaculture Practice), BRCGS (Brand Reputation through Compliance Global Standard), IFS (International Featured Standard), sertifikasi halal, serta sertifikasi nasional dan internasional lainnya.
Baca juga:
Depot Betty Bertahan 25 Tahun, UMKM Kuliner Tabanan Naik Kelas Berkat KUR dan Digitalisasi dari BRI
Perusahaan tersebut memulai kegiatan di Indonesia pada akhir 1988 dan mulai membudidayakan tilapia di Danau Toba, Sumatera Utara, pada 1998. Kegiatan pembenihan, budidaya, dan pengolahan diintegrasikan untuk memasok produk tilapia Indonesia ke berbagai pasar internasional, termasuk Amerika Serikat, Eropa, dan Asia.
Melalui kegiatan pengenalan tersebut, pembahasan mengenai pemanfaatan ikan tilapia diarahkan pada kebutuhan chef, restoran, hotel, dan pelaku jasa penyedia makanan (foodservice), termasuk peluang pengembangan menu dan efisiensi operasional dalam industri kuliner nasional maupun pasar internasional.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5972 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4664 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2304 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2232 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan