Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 16 Agustus 2026
Erwin: Dana Itu Sifatnya Talangan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Heboh soal pungutan Rp 850 ribu terkait ujian nasional (UN) yang dilakukan SMK 5 Denpasar ditanggapi enteng oleh Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkot Denpasar, Made Erwin Suryadarma. Menurutnya, pungutan itu sifatnya untuk dana talangan agar sekolah bisa menyelenggarakan UN.
Menurut Erwin, pungutan ini khusus untuk keperluan UN produktif, yakni untuk mata pelajaran praktek. Sesuai program, dana UN produktif ini dibantu dari pemerintah Pusat, Provinsi dan Pemkot sendiri dengan besaran yang bervariasi. Yaitu masing-masing Rp 258 ribu dari Pusat, Rp 232 ribu dari provinsi, dan dari Pemkot Denpasar Rp 208 ribu.
Namun hingga saat ini bantuan tersebut belum cair. “Bila dana itu sudah cair, maka dana yang dipungut sekolah akan dikembalikan lagi kepada siswa,” ujar Erwin. UN produktifnya sendiri sudah dilangsungkan Februari lalu. Sementara itu, pada UN SMA/K di Denpasar di hari pertama Selasa (22/4), tercatat 23 siswa peserta absen dengan berbagai alasan. Terbanyak yakni 13 siswa ternyata sudah berhenti dari sekolahnya, disusul 7 orang sakit, dan 1 orang izin. Mereka yang tak bisa ikut UN itu akan diberikan kesempatan untuk mengikuti UN susulan yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari mulai Senin (28/4) sampai Rabu (30/4).
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4545 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2353 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2006 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1611 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1051 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun