Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Erwin: Dana Itu Sifatnya Talangan

Selasa, 22 April 2008, 18:30 WITA Follow
Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Heboh soal pungutan Rp 850 ribu terkait ujian nasional (UN) yang  dilakukan SMK 5 Denpasar ditanggapi enteng oleh Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkot Denpasar, Made Erwin Suryadarma. Menurutnya, pungutan itu sifatnya untuk dana talangan agar sekolah bisa menyelenggarakan UN.

Menurut Erwin, pungutan ini khusus untuk keperluan UN produktif, yakni untuk mata pelajaran praktek. Sesuai program, dana UN produktif ini dibantu dari pemerintah Pusat, Provinsi dan Pemkot sendiri dengan besaran yang bervariasi. Yaitu masing-masing Rp 258 ribu dari Pusat, Rp 232 ribu dari provinsi, dan dari Pemkot Denpasar Rp 208 ribu.

Namun hingga saat ini bantuan tersebut belum cair. “Bila dana itu sudah cair, maka dana yang dipungut sekolah akan dikembalikan lagi kepada siswa,” ujar Erwin. UN produktifnya sendiri sudah dilangsungkan Februari lalu. Sementara itu, pada UN SMA/K di Denpasar di hari pertama Selasa (22/4), tercatat 23 siswa peserta absen dengan berbagai alasan. Terbanyak yakni 13 siswa ternyata sudah berhenti dari sekolahnya, disusul 7 orang sakit, dan 1 orang izin. Mereka yang tak bisa ikut UN itu akan diberikan kesempatan untuk mengikuti UN susulan yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari mulai Senin (28/4) sampai Rabu (30/4). 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sin



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami