Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Lestarikan Budaya Seni Sakral
BERITABALI.COM, BULELENG.
Ajang kegiatan presentasi gamelan gender di Puri Ayodya Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng, Minggu (27/4) merupakan satu terobosan di dalam mengenalkan dan melestarikan budaya seni sakral gender. Alunan seperangkat gamelan yang disebut gender, kerap kita dengarkan bila menyaksikan adanya pertunjukan wayang kulit, sehingga antara tabuh gender dengan seni wayang kulit tidak bisa dipisahkan, demikian terungkap dalam presentasi gamelan gender di Puri Ayodya di Kawasan Wisata Lovina yang digelar Kantor Kesbang Linmas Kabupaten Buleleng bersama Peguyuban Gender Mustika Dewi Paramita Desa Pemaron.
“Budaya seni sakral gender di Kabupaten Buleleng masih langka sehingga diperlukan berbagai inovasi untuk mengenalkan seni budaya itu kepada masyarakat, khususnya generasi muda, bahkan antara gemelan gender dan wayang kulit tidak bisa dipisahkan,” ungkap Ketua Peguyuban Gender Mustika Dewi Paramita, Ketut Mustika. Disamping sebagai upaya melestarikan Seni Sakral Gender, seni yang langka tersebut banyak manfaat yang diperoleh.
”Seni gamelan ini mampu menumbuhkan rasa senang dan damai, selain itu merupakan pengobatan stres, meredam rasa emosi dan egois untuk sabar disamping sebagai kelengkapan kegiatan keagamaan,” Ketut Mustika. Dalam kegiatan presentasi gamelan gender di Puri Ayodya, selain melibatkan sejumlah Peguyuban Gender se-Kabupaten Buleleng juga melibatkan para Dalang Wayang Kulit dan sejumlah tokoh adat serta para seniman di Buleleng.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2963 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2026 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun