Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Lestarikan Budaya Seni Sakral
BERITABALI.COM, BULELENG.
Ajang kegiatan presentasi gamelan gender di Puri Ayodya Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng, Minggu (27/4) merupakan satu terobosan di dalam mengenalkan dan melestarikan budaya seni sakral gender. Alunan seperangkat gamelan yang disebut gender, kerap kita dengarkan bila menyaksikan adanya pertunjukan wayang kulit, sehingga antara tabuh gender dengan seni wayang kulit tidak bisa dipisahkan, demikian terungkap dalam presentasi gamelan gender di Puri Ayodya di Kawasan Wisata Lovina yang digelar Kantor Kesbang Linmas Kabupaten Buleleng bersama Peguyuban Gender Mustika Dewi Paramita Desa Pemaron.
“Budaya seni sakral gender di Kabupaten Buleleng masih langka sehingga diperlukan berbagai inovasi untuk mengenalkan seni budaya itu kepada masyarakat, khususnya generasi muda, bahkan antara gemelan gender dan wayang kulit tidak bisa dipisahkan,” ungkap Ketua Peguyuban Gender Mustika Dewi Paramita, Ketut Mustika. Disamping sebagai upaya melestarikan Seni Sakral Gender, seni yang langka tersebut banyak manfaat yang diperoleh.
”Seni gamelan ini mampu menumbuhkan rasa senang dan damai, selain itu merupakan pengobatan stres, meredam rasa emosi dan egois untuk sabar disamping sebagai kelengkapan kegiatan keagamaan,” Ketut Mustika. Dalam kegiatan presentasi gamelan gender di Puri Ayodya, selain melibatkan sejumlah Peguyuban Gender se-Kabupaten Buleleng juga melibatkan para Dalang Wayang Kulit dan sejumlah tokoh adat serta para seniman di Buleleng.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3360 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 1222 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 800 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan