Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Pihak Keluarga Tempuh Jalur Niskala
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pencarian korban terseret air di Sungai Mendaum hingga Selasa (6/5) belum membuahkan hasil, Made Anwar Suprianto belum ditemukan walaupun pencarian terus dilakukan secara intensif, sehingga keluarga korban menempuh jalur niskala dengan membawa gamelan baleganjur dan memainkannya di sepanjang sungai mendaum. Diyakini gamelan merupakan salah satu sarana agar korban yang diyakini disembunyikan oleh mahluk gaib dapat kembali terlihat oleh mata telanjang.
“Memang ada kemungkinan disembunyikan makhluk yang tidak kelihatan, ini upaya niskala dengan gemelan gong baleganjur merupakan upaya kita untuk menemukan korban, bila dalam 3 hari tidak ketemu kita pasrahkan saja,” ungkap salah seorang keluarga korban. “Pencarian terus kami upayakan, sungai mendaum sudah kita telusuri dari lokasi terseretnya korban hingga ke pantai, namun satu korban belum kita temukan, sekarang kita fokuskan pada muara sungai,” ungkap Kapolsektif Banjar, Iptu.
I Putu Sutama. Sementara itu pada muara sungai Mendaum yang merupakan perbatasan Desa Banjar dengan Desa Kalianget terlihat puluhan orang membantu pencarian secara berpencar ke sungai dan sejumlah semak-semak di sekitar sungai. Sebelumnya, sang Bapak, Made Astawa (38) ditemukan mengambang pada muara sungai di wilayah perbatasan Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Desa Kalianget Kecamatan Seririt setelah sehari menghilang dan ditemukan dalam kondisi mengenaskan.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan