Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Jumlah Penumpang di Terminal Ubung Anjlok
Ubung
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pasca kenaikan BBM, jumlah penumpang yang menggunakan angkutan umum di Terminal Ubung merosot drastis. Kondisi ini dikeluhkan para supir bus maupun angkot yang ada di terminal ini.
Kenaikan harga BBM menimbulkan dampak yang cukup signifikan bagi usaha jasa angkutan di Terminal Ubung. Pasca kenaikan harga BBM, jumlah penumpang yang menggunakan jasa angkutan umum di terminal ini semakin berkurang.
Kondisi ini antara lain dikeluhkan Wayan Sugiantara, supir bus jurusan Denpasar–Jember. Pasca kenaikan harga BBM, jumlah penumpang bus yang sebelumnya sudah sepi kini semakin anjlok hingga 50 persen.
“Jumlah penumpang semakin sepi. Pasca kenaikan harga BBM, harga tiket bus tujuan Denpasar-Jember juga sudah kita naikkan dari Rp. 45 ribu menjadi Rp. 55 ribu,” kata Wayan di Ubung, Denpasar, Senin (26/5).
Selain dikeluhkan supir bus antar propinsi, kenaikan harga BBM juga dikeluhkan supir minibus antar kabupaten di Bali. Pasca kenaikan harga BBM, penumpang yang sebelumnya sudah sangat sepi kini semakin sepi.
“Susah pak sekarang, dulu sudah sepi sekarang tambah sepi. Penumpangnya entah kemana, kalau antre di Ubung, setiap 15 hari sekali baru bisa berangkat ke Buleleng dengan penumpang full,” kata Ketut Budiarta, supir minibus jurusan Ubung-Buleleng.
Pasca kenaikan harga BBM, harga tiket minibus antara kabupaten seperti jurusan Denpasar-Buleleng juga sudah naik. Tiket yang sebelumnya dijual seharga Rp. 15 ribu kini dijual seharga Rp. 20 ribu. (bob)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3309 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 779 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 718 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman