Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Walhi: Program Cagub Belum Sentuh Lingkungan Hidup
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Tiga kandidat gubernur yang akan mengikuti pemilihan gubernur (pilgub) Bali 2008 dianggap belum memenuhi harapan masyarakat. Visi-misi maupun program yang ditawarkan masih berupa isu-isu yang konvensional, dan belum memasukkan isu lingkungan hidup dalam agenda mereka.
Pernyataan ini disampaikan Walhi Bali, dalam siaran pers yang dikirim ke redaksi@beritabali.com
“Tidak ada satu kandidatpun yang memasukkan isu lingkungan hidup dalam agenda program pembangunan mereka. Padahal, Bali merupakan pulau kecil yang sangat rentan dari dampak perubahan iklim, dimana kondisi alamnya terus-menerus mengalami penurunan dan krisis-krisis lingkungan hidup semakin banyak terjadi,” kata Agung Wardana, Direktur WALHI Bali
Lebih lanjut Agung mengatakan, sebuah daratan idealnya memiliki 30 persen hutan, namun Bali saat ini hanya memiliki 22 persen saja dan sebagian besar dalam keadaan kritis.
Kemudian sumber daya air juga mengalami penurunan baik dari segi kualitas dan kuantitasnya.
Kawasan pesisir Bali yang panjangnya 430 km, saat ini dalam keadaan rusak kecuali pada titik-titik pariwisata yang masih tertata baik.
“Dengan kondisi seperti ini, seharusnya pemerintah memasukkan agenda-agenda penyelamatan lingkungan kedalam programnya, ” kata Agung, Senin, 26/05.
Program konvensional yang ditawarkan cagub, kata Agung, tidak akan mampu mengatasi krisis-krisis lingkungan hidup dan sosial yang mengarah pada bencana ekologi.
“Bukannya menganggap remeh program tersebut, namun ada kebutuhan mendasar saat ini adalah bagaimana Bali bertahan dan keluar dari krisis ini. Bukan justru mengulang-ulang pola pembangunan konvensional yang terbukti gagal memberikan keadilan dan kelestarian lingkungan,” ungkap Agung.
Dalam program-program para kandidat, jelas Agung, dapat dilihat bahwa paradigma pembangunan yang dianut masih sebatas pembangunan fisik-ekonomistik belaka. Seperti meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan hingga seratus persen, melakukan pelebaran jalan, perluasan pelabuhan, meningkatkan pendapatan perkapita hingga dua kali lipat maupun melalui investasi-investasi.
”Berapa lahan produktif lagi yang akan dialihfungsikan menjadi jalan raya, hotel, villa hanya untuk PAD? Air subak yang mana yang akan diambil untuk memasok kebutuhan air bagi 3 juta wisatawan? Bali yang seperti apa yang akan kita wariskan kepada anak cucu kita?” tanya Agung.
Solusinya, menurut Agung, bahwa isu lingkungan hidup harus menjadi pertimbangan rakyat dalam menentukan pilihannya nanti. Jangan sampai yang terpilih adalah antek-antek investor atau pemodal yang hanya ingin mengeruk keuntungan dari tanah Bali saja. (ctg)
Reporter: -
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3766 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1706 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang