Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Ditemukan Orok Membusuk di Tempat Sampah

Sanur

Kamis, 5 Juni 2008, 19:39 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Sanur, Kamis (5/6) digemparkan penemuan orok membusuk. Bayi malang diperkirakan berusia lima bulan itu, ditemukan warga ditumpukan sampah, dalam keadaan telanjang bulat. Polisi menduga, orok tersebut hasil hubungan gelap.

Yang pertama kali melihat adalah saksi pemulung Murliati alias Sucip (35). Awalnya, saksi bermaksud mencari barang rongsokan di TKP (tempat kejadian perkara). Ketika membongkar tumpukan sampah dengan besi panjang, saksi mencium bau busuk.

''Saat saya korek-korek sampah, timbul bau menyengat. Sampai-sampai saya menutup hidung sambil membongkar asal bau di tumpukan sampah,'' bebernya kepada Beritabali.com di lokasi kejadian.

Saksi mengatakan, bau busuk tersebut, sangat berbeda dengan bau busuk bangkai binatang. Dirasuki rasa penasaran, saksi mencari asal bau tadi. Pas membuka tumpukan sampah plastik, saksi melihat tubuh manusia kecil. Lengkap dengan kepala, kaki dan tangan. Tragisnya, kondisi bayi masih berlumuran darah yang sudah mengering.

Saksi merasa tidak takut. Akan tetapi, membawa orok malang tersebut ke rumah bosnya di Jalan Bay-Pass Ngurah Rai Gang Merpati, Pesanggaran, Sanur.

“Saya mandikan dan membalutnya dengan kain putih,” terangnya.

Selanjutnya, saksi melaporkan penemuan ke koordinator TPA, A.A Sukiarta. Berujung melaporkannya ke Polsek Densel. Oleh jajaran Polsek Densel, orok dibawa ke RSUP Sanglah Kapolsek Densel, AKP Ganefo menduga, orok tersebut sengaja dibuang ibu kandungnya karena takut aib perselingkuhannya diketahui. (Spy)
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami