Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Globalisasi Penyebab Peningkatan B3

Nusa Dua

Senin, 23 Juni 2008, 12:09 WITA Follow
Beritabali.com

image.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Globalisasi yang diikuti oleh peningkatan ekonomi di tingkat lokal dan nasional telah menyebabkan peningkatan jumlah limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Kondisi ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di seluruh Negara di dunia.

Penegasan tersebut disampaikan Menteri Lingkungan Hidup Rahmat Witular saat pidato Pembukaan Konferensi Antar Bangsa Pengelolaan Limbah B3 (Konvensi Basel Ke-9) di Nusa Dua Bali, Senin (23/6).

Rahmat Witular mengungkapkan selama tahun 2007 produksi limbah B3 di Indonesia mencapai 10 juta ton. Dari jumlah tersebut 1.872 ton diantaranya di ekspor ke Negara-negara yang telah mampu untuk melakukan pengelolaan limbah secara maksimal.

Ekspor limbah yang dilakukan Indonesia, menurut Rahmat selama ini telah memenuhi aturan transportasi internasional.

“Pengirimanya tentu sesuai aturan transportasi internasional dan tentu saja sesuai dengan konvensi basel,” kata Rahmat.

Rahmat Witular menambahkan, Indonesia akan memberlakukan secara tegas terhadap larangan impor limbah. Bahkan Indonesia sedang melakukan usaha untuk melakukan re-ekspor terhadap limbah yang masuk wilayah Indonesia.

Sementara itu Konvensi Basel ke-9 yang diikuti 170 negara menurut rencana akan membahas beberapa isu. Isu yang dibahas diantaranya masalah limbah elektronik, Peningkatan kerjasama kelembagaan, kerjasama regional untuk penguatan posisi konvensi Basel dan Forum dunia mengenai manajemen limbah berkaitan dengan kesehatan manusia. (mlt)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami