Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Perampokan Nasabah BNI Ternyata Bohongan
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Satuan reskrim Poltabes Denpasar, bernapas lega. Kasus perampokan yang dilaporkan di Jalan Kebo Iwo Gang Babakan Denpasar, Senin (23/6) lalu berhasil dituntaskan aparat kepolisian.
Jangan salah, Polisi bukannya menangkap pelaku perampok, akan tetapi menangkap pelapor sendiri yakni Nurhayati (40). Perempuan tinggal di bilangan Dalung ini ternyata berbohong karena terlilit hutang piutang.
“Ternyata bohongan. Nurhayati mengakui akan hal itu setelah dirinya diperiksa,” jelas Kasatreskrim Poltabes Denpasar Kompol Rendra Redita Dewayana SiK.
Menurut Kompol Rendra, setelah kasus ini dilaporkan oleh Nurhayati, polisi langsung melakukan olah TKP. Namun informasi yang digali di lokasi, nihil. Tak ada satuan pun saksi yang melihat korban dirampok.
Merasa ada kejanggalan, polisi melakukan penyelidikan dengan mengecek nomor plat sepeda motor korban ke Samsat Renon. Hasilnya, ditemukan, bahwa memang benar korban pernah tinggal di Renon.
Penyelidikan polisi pun berangsur-angsur buntu. Pasalnya, sejak sehari melaporkan kasusnya ke Poltabes Denpasar, Nurhayati tidak diketahui rimbanya. Alamat tetap korban yang tertera dilaporan, tidak terdeteksi.
“Kita langsung mencoba menghubungi korban dengan HP. Kita berupaya mendekatkan diri dan memancingnya untuk diperiksa terkait perampokan. Dalam dua hari dia janji datang, tapi tidak pernah datang,” beber mantan Kapolsek Kuta ini.
Nah, setelah dirayu, Rabu (26/6) korban datang. Tak lama, diinterogasi polisi, akhirnya korban mengaku, perampokan hanya akal-akalan.
Dari keterangannya ke penyidik, korban mengaku terpaksa membohongi polisi, karena terlilit hutang piutang ke rentenir dan koperasi.
Dibenarkan korban, uang Rp 10 juta, seperti yang diskenariokan korban baru diambil dari Bank BNI Kreneng, adalah miliknya. Yang diberikan suaminya Selamet untuk ditabung.
“Suami saya tau kalau saya punya hutang. Suami juga sering memberi uang untuk membayar sisa-sisa hutang,” beber wanita ini pasrah.
Tapi uang yang diberikan sang suami yang bekerja sebagai sales daging itu, ternyata tidak mencukupi untuk membayar hutang. Alhasil dia pun merencanakan skenario dirampok dengan dalih supaya bisa membayar hutang.
“Saya spontan merencanakannya. Maksudnya biar bisa bayar hutang. Rentenir selalu memaksa bayar, dan saya tidak bisa mengelak,” kata korban yang kini menjadi tersangka. (Spy)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5941 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4655 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2625 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2280 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2221 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan