Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Tersangka Membantah Hipnotis Lima Korban
Kuta
BERITABALI.COM, BADUNG.
Tersangka Dukun Cabul, Khoironi (25) terus mengelak tudingan melakukan hipnotis terhadap para korban. Dia mengatakan ilmu yang dia dapatkan dari tanah Banten, bukan untuk menghipnotis. Tapi untuk mengobati pasien yang mengalami gangguan penyakit asam urat, pegal – pegal dan kesurupan.
Tadi siang, Jumat (27/6), tersangka Khoironi diperiksa penyidik, seputar ulahnya mencabuli lima wanita pekerja swalayan dan art shop, di sebuah kamar kos di Jalan Ciung Wanara, Kuta.
Lelaki asal Lampung yang sudah setahun berpraktik dukun di Denpasar, masih bungkam. Ia terkesan mengelak semua sangkaan pencabulan yang dilaporkan lima korbannya masing-masing berinisial JA (20), UP (17), AA (17), AR (20) dan AG (22).
Salah satu tudingan yang dibantahnya adalah hipnotis. Menurut tersangka, dia tidak melakukan hipnotis terhadap korban. Para korban sendiri yang bersedia membuka baju dan celana, dan kemudian berbaring di atas tempat tidur.
Tersangka yang kakinya pincang itu menceritakan, dia membantu pengobatan, karena para korban mengeluh sakit di bagian kelamin.
“Mereka mengeluh sakit kelamin, ada yang mengeluh keputihan. Saya bantu pengobatan supaya mereka sembuh,” beber tersangka yang ditangkap satuan reskrim Poltabes Denpasar di rumah kosnya di Jalan Raya Kuta Gang Nyiur Hijau 9 Kuta.
Pengobatan yang dimaksud tersangka adalah menyuruh korbannya telanjang bulat dan tubuhnya pun ditutupi kain tipis warna putih. Ironinya, tersangka mengaku tidak bernafsu, melihat kemolekan tubuh korban yang telanjang bulat di hadapannya.
“Saya ingin membersihkan keputihan di dalam kelamin. Cuma sekali kok masukkan ‘burung,’ sperma saya sudah keluar,” jelas tersangka yang kini istrinya sedang hamil tua itu.
Tersangka mengaku, ilmu pengobatan diperolehnya, setelah belajar dari temannya, di tanah Banten. Dalam setiap kali pengobatan, pasien dikenakan tarif Rp 40 ribu per-jam.
Sebelumnya, Selasa (24/6) sekitar pukul 11.00 Wita, tersangka mendatangi rumah para korban dengan maksud mengobati salah satu korban. tersangka mulai melakukan jebakan dan bersedia membantu kesembuhan penyakit dan meramal nasib.
Para korban disuruh bergantian masuk ke kamar dan didalam kamar itulah para korban dihipnotis.
Di bawah pengaruh hipnotis, para korban disuruh telanjang bulat. Mereka digerayangi, dicium, diremas-remas bahkan salah seorang diperkosa. Kejadian ini berlangsung selama dua hari dan para korbannya tidak sadar, dicabuli tersangka.
Kedoknya sebagai dukun cabul, terbongkar Kamis (27/6) sekitar pukul 15.00 Wita. Salah seorang korban nyaris diperkosa, namun keburu sadar dari siuman. Kelima korban sepakat melaporkan kasusnya ke kantor polisi dan akhirnya tersangka ditangkap. (Spy)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan