Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Para Cagub Adu Kecakapan Berdiplomasi

Denpasar

Jumat, 27 Juni 2008, 22:15 WITA Follow
Beritabali.com

image.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Ketiga pasangan calon Gubernur Bali, malam ini (27/6) mengikuti debat cagub di Hotel Aston Denpasar. Debat uji kualitas para cagub ini disiarkan langsung oleh Metro TV. Dalam debat ini, para cagub saling berlomba menunjukkan kepiawaiannya menggunakan bahasa diplomasi.

Debat cagub ini dimulai pukul 21.00 hingga 22.00 Wita. Debat cagub ini dipandu oleh presenter wanita Metro TV Meutia Hafid.

Semua cagub dan wakilnya datang ke acara ini. Gede Winasa dan Alit Putra hadir dengan mengenakan jas warna hitam, udeng (ikat kepala) putih serta baju warna putih.

Mangku Pastika mengenakan baju safari putih dan udeng putih sementara dan AA Puspayoga mengenakan safari hitam dan udeng batik.

Sementara Cokorda Budi Suryawan dan Gede Suweta mengenakan safari dan udeng warna putih.

Format debat calon Gubernur Bali kali ini, hampir mirip dengan debat cagub yang digelar sebelumnya di kampus Universitas Udayana Denpasar.

Para cagub diuji kualitas intelektualnya oleh panelis, yang terdiri dari para pakar di bidangnya masing-masiang, dari Universitas Udayana Bali.

Salah satu pertanyaan penting yang dilontarkan dalam debat ini adalah soal balas budi politik para cagub terhadap parpol yang mendukung mereka.

Cagub Winasa yang mendapat giliran menjawab pertama mengatakan, jika terpilih nanti, tentu ada balas budi politik yang akan diberikan kepada parpol yang mendukungnya. “Tapi balas budi politik ini saya rasa sama bentuknya dengan visi dan misi parpol yang mendukung saya, yakni untuk mensejahterakan rakyat Bali,” kata Winasa Diplomatis.

Sementara cagub Cok Budi Suryawan menggunakan bahasa yang lebih diplomatis lagi.

“Semenjak mencalonkan diri saya sudah tegaskan bahwa saya merupakan calon masyarakat Bali dan bukan calon dari parpol tertentu. Jika saya terpilih, saya juga merupakan Gubernurnya Rakyat Bali, dan bukan gubernurnya parpol tertentu,” kata cagub yang akrab disebut CBS ini.

Sementara cagub Mangku Pastika mengatakan, jika terpilih nanti, ia akan menjalankan visi dan misi yang selama ini dianut oleh partai pendukungnya, PDI Perjuangan. “Janji saya adalah saya akan melaksanakan visi dan misi yang sama dengan visi misi PDIP,” tegas Pastika.

Dalam debat yang disiarkan secara nasional selama satu jam ini, ketiga cagub juga diuji wawasannya tentang berbagai persoalan di Bali, mulai persoalan pemberantasan korupsi, pendidikan, pertanian, konsumerisme masyarakat Bali, dan berbagai persoalan lain yang dihadapi masyarakat Bali.

Di akhir debat, para cagub dimintai pendapat soal dukungannya terhadap upaya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam memberantas korupsi, termasuk jika para cagub tersangkut kasus korupsi.

“Kalau sudah dinyatakan bersalah (oleh KPK), saya siap mundur sebagai gubernur,” kata Winasa mantap.

“Negara Indonesia merupakan negara hukum. Oleh karena itu kita harus menghormati segala proses hukum yang berlaku,” kata CBS dan Gede Suweta diplomatis.

“Jika terpilih nanti, kita akan mengadakan kontrak kerja dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dengan adanya kontrak kerja ini, KPK bisa mengawasi langsung pembangunan di Bali,” kata Pastika dan Puspayoga. (bob)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami