Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Anton : Kasus Ini Perebutan Posisi Sekda
Singaraja
Senin, 30 Juni 2008,
18:54 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kasus penempelan gambar mesum mantan Sekda Buleleng, Ketut Ardha, semakin menarik. Perkembangan terbaru, munculnya kasus tersebut diduga kuat kaitannya dengan -"kudeta-(TM) kursi yang diduduki Ardha sebagai Sekda Buleleng yang diperpanjang.
Hal ini terungkap saat Ketua Badan Eksekutif LSM Gema Nusantara, Antonius Sanjaya Kiabeni, Senin (30/6) menjalani pemeriksaan di Mapolres Buleleng.
-uKasus ini muncul semata-mata merupakan persaingan, kasus ini perebutan posisi jabatan Sekda Buleleng yang dipegang Ketut Ardha, sehingga ada orang yang memanfaatkan gambar-gambar itu,- ungkap Anton di hadapan penyidik.
Dari sinyalemen itu kemudian disebutkan adanya pihak-pihak yang terkait dalam upaya menggantikan posisi Sekda Ardha melalui beberapa skenario.
-Saya sebut saja inisialnya, ya, pelakunya GT dan di belakangnya DP, ya bisa saja mengelak ada di surabaya,- ujar Anton.
Antonius Sanjaya Kiabeni juga mengungkapkan, kehadirannya sebagai saksi yang sebelumnya tertunda lantaran ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan.
Sehari menjelang Hari Bhayangkara dan sebagai kado ulang tahun Kepolisian ia hadir ke Mapolres Buleleng, sehingga tepat Hari Bhayangkara kasus itu terungkap.
Selain mengungkapkan keterlibatan sejumlah pelaku, Anton juga memaparkan sejumlah peristiwa yang pernah terjadi antara Ketut Ardha dan Ririn. Bahkan dalam keterangannya disebutkan adanya keterlibatan sejumlah pejabat di Jajaran pemkab Buleleng. (sas)
Hal ini terungkap saat Ketua Badan Eksekutif LSM Gema Nusantara, Antonius Sanjaya Kiabeni, Senin (30/6) menjalani pemeriksaan di Mapolres Buleleng.
-uKasus ini muncul semata-mata merupakan persaingan, kasus ini perebutan posisi jabatan Sekda Buleleng yang dipegang Ketut Ardha, sehingga ada orang yang memanfaatkan gambar-gambar itu,- ungkap Anton di hadapan penyidik.
Dari sinyalemen itu kemudian disebutkan adanya pihak-pihak yang terkait dalam upaya menggantikan posisi Sekda Ardha melalui beberapa skenario.
-Saya sebut saja inisialnya, ya, pelakunya GT dan di belakangnya DP, ya bisa saja mengelak ada di surabaya,- ujar Anton.
Antonius Sanjaya Kiabeni juga mengungkapkan, kehadirannya sebagai saksi yang sebelumnya tertunda lantaran ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan.
Sehari menjelang Hari Bhayangkara dan sebagai kado ulang tahun Kepolisian ia hadir ke Mapolres Buleleng, sehingga tepat Hari Bhayangkara kasus itu terungkap.
Selain mengungkapkan keterlibatan sejumlah pelaku, Anton juga memaparkan sejumlah peristiwa yang pernah terjadi antara Ketut Ardha dan Ririn. Bahkan dalam keterangannya disebutkan adanya keterlibatan sejumlah pejabat di Jajaran pemkab Buleleng. (sas)
Berita Buleleng Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026