Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Anton : Kasus Ini Perebutan Posisi Sekda
Singaraja
Senin, 30 Juni 2008,
18:54 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kasus penempelan gambar mesum mantan Sekda Buleleng, Ketut Ardha, semakin menarik. Perkembangan terbaru, munculnya kasus tersebut diduga kuat kaitannya dengan ‘kudeta’ kursi yang diduduki Ardha sebagai Sekda Buleleng yang diperpanjang.
Hal ini terungkap saat Ketua Badan Eksekutif LSM Gema Nusantara, Antonius Sanjaya Kiabeni, Senin (30/6) menjalani pemeriksaan di Mapolres Buleleng.
“Kasus ini muncul semata-mata merupakan persaingan, kasus ini perebutan posisi jabatan Sekda Buleleng yang dipegang Ketut Ardha, sehingga ada orang yang memanfaatkan gambar-gambar itu,†ungkap Anton di hadapan penyidik.
Dari sinyalemen itu kemudian disebutkan adanya pihak-pihak yang terkait dalam upaya menggantikan posisi Sekda Ardha melalui beberapa skenario.
â€Saya sebut saja inisialnya, ya, pelakunya GT dan di belakangnya DP, ya bisa saja mengelak ada di surabaya,†ujar Anton.
Antonius Sanjaya Kiabeni juga mengungkapkan, kehadirannya sebagai saksi yang sebelumnya tertunda lantaran ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan.
Sehari menjelang Hari Bhayangkara dan sebagai kado ulang tahun Kepolisian ia hadir ke Mapolres Buleleng, sehingga tepat Hari Bhayangkara kasus itu terungkap.
Selain mengungkapkan keterlibatan sejumlah pelaku, Anton juga memaparkan sejumlah peristiwa yang pernah terjadi antara Ketut Ardha dan Ririn. Bahkan dalam keterangannya disebutkan adanya keterlibatan sejumlah pejabat di Jajaran pemkab Buleleng. (sas)
Hal ini terungkap saat Ketua Badan Eksekutif LSM Gema Nusantara, Antonius Sanjaya Kiabeni, Senin (30/6) menjalani pemeriksaan di Mapolres Buleleng.
“Kasus ini muncul semata-mata merupakan persaingan, kasus ini perebutan posisi jabatan Sekda Buleleng yang dipegang Ketut Ardha, sehingga ada orang yang memanfaatkan gambar-gambar itu,†ungkap Anton di hadapan penyidik.
Dari sinyalemen itu kemudian disebutkan adanya pihak-pihak yang terkait dalam upaya menggantikan posisi Sekda Ardha melalui beberapa skenario.
â€Saya sebut saja inisialnya, ya, pelakunya GT dan di belakangnya DP, ya bisa saja mengelak ada di surabaya,†ujar Anton.
Antonius Sanjaya Kiabeni juga mengungkapkan, kehadirannya sebagai saksi yang sebelumnya tertunda lantaran ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan.
Sehari menjelang Hari Bhayangkara dan sebagai kado ulang tahun Kepolisian ia hadir ke Mapolres Buleleng, sehingga tepat Hari Bhayangkara kasus itu terungkap.
Selain mengungkapkan keterlibatan sejumlah pelaku, Anton juga memaparkan sejumlah peristiwa yang pernah terjadi antara Ketut Ardha dan Ririn. Bahkan dalam keterangannya disebutkan adanya keterlibatan sejumlah pejabat di Jajaran pemkab Buleleng. (sas)
Berita Buleleng Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1981 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026