Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 Juli 2026
Telkom Targetkan Pendapatan US $ 6,8 Juta
Jimbaran
Selasa, 1 Juli 2008,
15:56 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) bersinergi dan sekaligus menandatangani kerja sama dengan delapan operator global yang diperkirakan berpotensi mendatangkan pendapatan mencapai US$ 6,8 juta dari percakapan internasional.
Ke-8 operator global yang diajak kerjasama tersebut, yakni Asiakomnet, Inacces, Shine Town, Starhub, Sunvone (Singapura), Korea Telecom (Korsel), Taiwan Fixed Network (Taiwan), dan Telecom Italy Sparle (Italia). Selain itu, Telkom juga menandatangani perjanjian kerjasama dengan mitra collocation, Hutchison Global Communications (HGC) Hongkong.
Menurut Executive General Manager Infrastructure Telecomunication Division Telkom, Sarwoto, kerjasama sesama operator di dinuia perlu ditingkatkan mengingat tantangan
yang dihadapi masa depan telekomunikasi secara global.
“Tantangan yang dihadapi operator telekomunikasi ke depan makin berat seiring berubahnya gaya hidup dan perkembangan teknologi, †tandas Sarwoto, sesaat sebelum dilakukan acara penandatanganan kerjasama bilateral di sela-sela acara Telkom Global Partnership Forum (TGforum) 2008, di InterContinental Resort Bali, Selasa (2/7).
Menjawab pers, Sarwoto menjelaskan, layanan internasional melalui Telkom 007, saat ini 70 persen di antaranya berupa percakapan yang telah menghasilkan pemasukan Rp 2
triliun, sedangkan sisanya yang 30 persen berupa data dan internet.
Pencapaian Rp 2 triliun itu dinilai cukup tajam karena ketika memulai empat tahun silam hanya Rp 600 miliar. Dari percakapan internasional tersebut, sebagian besar
yakni 70-80 persen ke Hongkong, Korea, Jepang, Singapura, Malaysia dan daerah perbatasan.
Telkom menargetkan pada 2010 percakapan internasional dan data internet bisa berimbang 50 persen : 50 persen.
Saat ini, kata Sarwoto, bandwith yang dimiliki Telkom untuk layanan data dan internet ke luar negeri hanya 8,2 Gbps dan setiap bulannya tumbuh sekitar 0,6 Gbps.
Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan pelanggan akan ditingkatkan secara bertahap menjadi 40 GBps pada 2010 . Pada saat itu, layanan Telkomnet Instan-pun akan memberikan kepuasan bagi pelanggan karena lebih cepat dan stablil koneksinya. Yakni kecepatannya ditargetkan bisa mencapai 5 Mbps.
Dalam acara TGforum yang diikuti 51 delegasi dari 22 operator dan 12 negara ini juga diisi seminar di antaranya membahas pengembangan pasar terminasi (incoming call) di tengah maraknya grey operator sebagai akibat tingginya persaingan seluler saat ini. (sss)
Ke-8 operator global yang diajak kerjasama tersebut, yakni Asiakomnet, Inacces, Shine Town, Starhub, Sunvone (Singapura), Korea Telecom (Korsel), Taiwan Fixed Network (Taiwan), dan Telecom Italy Sparle (Italia). Selain itu, Telkom juga menandatangani perjanjian kerjasama dengan mitra collocation, Hutchison Global Communications (HGC) Hongkong.
Menurut Executive General Manager Infrastructure Telecomunication Division Telkom, Sarwoto, kerjasama sesama operator di dinuia perlu ditingkatkan mengingat tantangan
yang dihadapi masa depan telekomunikasi secara global.
“Tantangan yang dihadapi operator telekomunikasi ke depan makin berat seiring berubahnya gaya hidup dan perkembangan teknologi, †tandas Sarwoto, sesaat sebelum dilakukan acara penandatanganan kerjasama bilateral di sela-sela acara Telkom Global Partnership Forum (TGforum) 2008, di InterContinental Resort Bali, Selasa (2/7).
Menjawab pers, Sarwoto menjelaskan, layanan internasional melalui Telkom 007, saat ini 70 persen di antaranya berupa percakapan yang telah menghasilkan pemasukan Rp 2
triliun, sedangkan sisanya yang 30 persen berupa data dan internet.
Pencapaian Rp 2 triliun itu dinilai cukup tajam karena ketika memulai empat tahun silam hanya Rp 600 miliar. Dari percakapan internasional tersebut, sebagian besar
yakni 70-80 persen ke Hongkong, Korea, Jepang, Singapura, Malaysia dan daerah perbatasan.
Telkom menargetkan pada 2010 percakapan internasional dan data internet bisa berimbang 50 persen : 50 persen.
Saat ini, kata Sarwoto, bandwith yang dimiliki Telkom untuk layanan data dan internet ke luar negeri hanya 8,2 Gbps dan setiap bulannya tumbuh sekitar 0,6 Gbps.
Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan pelanggan akan ditingkatkan secara bertahap menjadi 40 GBps pada 2010 . Pada saat itu, layanan Telkomnet Instan-pun akan memberikan kepuasan bagi pelanggan karena lebih cepat dan stablil koneksinya. Yakni kecepatannya ditargetkan bisa mencapai 5 Mbps.
Dalam acara TGforum yang diikuti 51 delegasi dari 22 operator dan 12 negara ini juga diisi seminar di antaranya membahas pengembangan pasar terminasi (incoming call) di tengah maraknya grey operator sebagai akibat tingginya persaingan seluler saat ini. (sss)
Berita Badung Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2446 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1937 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1794 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026