Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 10 Mei 2026
Telkom Targetkan Pendapatan US $ 6,8 Juta
Jimbaran
Selasa, 1 Juli 2008,
15:56 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) bersinergi dan sekaligus menandatangani kerja sama dengan delapan operator global yang diperkirakan berpotensi mendatangkan pendapatan mencapai US$ 6,8 juta dari percakapan internasional.
Ke-8 operator global yang diajak kerjasama tersebut, yakni Asiakomnet, Inacces, Shine Town, Starhub, Sunvone (Singapura), Korea Telecom (Korsel), Taiwan Fixed Network (Taiwan), dan Telecom Italy Sparle (Italia). Selain itu, Telkom juga menandatangani perjanjian kerjasama dengan mitra collocation, Hutchison Global Communications (HGC) Hongkong.
Menurut Executive General Manager Infrastructure Telecomunication Division Telkom, Sarwoto, kerjasama sesama operator di dinuia perlu ditingkatkan mengingat tantangan
yang dihadapi masa depan telekomunikasi secara global.
“Tantangan yang dihadapi operator telekomunikasi ke depan makin berat seiring berubahnya gaya hidup dan perkembangan teknologi, †tandas Sarwoto, sesaat sebelum dilakukan acara penandatanganan kerjasama bilateral di sela-sela acara Telkom Global Partnership Forum (TGforum) 2008, di InterContinental Resort Bali, Selasa (2/7).
Menjawab pers, Sarwoto menjelaskan, layanan internasional melalui Telkom 007, saat ini 70 persen di antaranya berupa percakapan yang telah menghasilkan pemasukan Rp 2
triliun, sedangkan sisanya yang 30 persen berupa data dan internet.
Pencapaian Rp 2 triliun itu dinilai cukup tajam karena ketika memulai empat tahun silam hanya Rp 600 miliar. Dari percakapan internasional tersebut, sebagian besar
yakni 70-80 persen ke Hongkong, Korea, Jepang, Singapura, Malaysia dan daerah perbatasan.
Telkom menargetkan pada 2010 percakapan internasional dan data internet bisa berimbang 50 persen : 50 persen.
Saat ini, kata Sarwoto, bandwith yang dimiliki Telkom untuk layanan data dan internet ke luar negeri hanya 8,2 Gbps dan setiap bulannya tumbuh sekitar 0,6 Gbps.
Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan pelanggan akan ditingkatkan secara bertahap menjadi 40 GBps pada 2010 . Pada saat itu, layanan Telkomnet Instan-pun akan memberikan kepuasan bagi pelanggan karena lebih cepat dan stablil koneksinya. Yakni kecepatannya ditargetkan bisa mencapai 5 Mbps.
Dalam acara TGforum yang diikuti 51 delegasi dari 22 operator dan 12 negara ini juga diisi seminar di antaranya membahas pengembangan pasar terminasi (incoming call) di tengah maraknya grey operator sebagai akibat tingginya persaingan seluler saat ini. (sss)
Ke-8 operator global yang diajak kerjasama tersebut, yakni Asiakomnet, Inacces, Shine Town, Starhub, Sunvone (Singapura), Korea Telecom (Korsel), Taiwan Fixed Network (Taiwan), dan Telecom Italy Sparle (Italia). Selain itu, Telkom juga menandatangani perjanjian kerjasama dengan mitra collocation, Hutchison Global Communications (HGC) Hongkong.
Menurut Executive General Manager Infrastructure Telecomunication Division Telkom, Sarwoto, kerjasama sesama operator di dinuia perlu ditingkatkan mengingat tantangan
yang dihadapi masa depan telekomunikasi secara global.
“Tantangan yang dihadapi operator telekomunikasi ke depan makin berat seiring berubahnya gaya hidup dan perkembangan teknologi, †tandas Sarwoto, sesaat sebelum dilakukan acara penandatanganan kerjasama bilateral di sela-sela acara Telkom Global Partnership Forum (TGforum) 2008, di InterContinental Resort Bali, Selasa (2/7).
Menjawab pers, Sarwoto menjelaskan, layanan internasional melalui Telkom 007, saat ini 70 persen di antaranya berupa percakapan yang telah menghasilkan pemasukan Rp 2
triliun, sedangkan sisanya yang 30 persen berupa data dan internet.
Pencapaian Rp 2 triliun itu dinilai cukup tajam karena ketika memulai empat tahun silam hanya Rp 600 miliar. Dari percakapan internasional tersebut, sebagian besar
yakni 70-80 persen ke Hongkong, Korea, Jepang, Singapura, Malaysia dan daerah perbatasan.
Telkom menargetkan pada 2010 percakapan internasional dan data internet bisa berimbang 50 persen : 50 persen.
Saat ini, kata Sarwoto, bandwith yang dimiliki Telkom untuk layanan data dan internet ke luar negeri hanya 8,2 Gbps dan setiap bulannya tumbuh sekitar 0,6 Gbps.
Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan pelanggan akan ditingkatkan secara bertahap menjadi 40 GBps pada 2010 . Pada saat itu, layanan Telkomnet Instan-pun akan memberikan kepuasan bagi pelanggan karena lebih cepat dan stablil koneksinya. Yakni kecepatannya ditargetkan bisa mencapai 5 Mbps.
Dalam acara TGforum yang diikuti 51 delegasi dari 22 operator dan 12 negara ini juga diisi seminar di antaranya membahas pengembangan pasar terminasi (incoming call) di tengah maraknya grey operator sebagai akibat tingginya persaingan seluler saat ini. (sss)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 919 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 769 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 582 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 547 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026