Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




APG Evaluasi Rezim Anti Pencucian Uang

Nusa Dua

Selasa, 8 Juli 2008, 18:53 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Tercatat 260 pejabat tinggi bidang intelijen keuangan dari 37 negara di kawasan Asia-Pasifik berkumpul di Nusa Dua Bali untuk menghadiri pembukaan Annual Meeting ke-11 dan Teknikal Assistance and Training ke-7 Asia-Pasifik Group (APG).

Pertemuan yang menurut rencana berlangsung dari tanggal 7-11 Juli ini secara garis besar akan membahas membahas upaya untuk melakukan penilaian dan rekomendasi terhadap rezim anti pencucian uang suatu Negara.

Sedangkan secara spesifik pertemuan yang juga diikuti 19 organisasi internasional dan 6 negara pengamat membahas 3 isu penting. Pertama evaluasi terhadap efektivitas rezin pengawasan anti pencucian uang dan pendanaan terorisme, Kedua Penyelidikan, identifikasi serta pelacakan kejahatan dan aset terorisme. Ketiga pembahasan isu perampasan dan penyitaan aset.

Presiden Financial Action Task Force (FATF) Antonio Gustafo Rodrigues dalam pidatonya saat pembukaan Pertemuan tahunan ke-11 Kelompok Kerjasama Asia Pasifik (APG) tentang pencucian uang di Nusa Dua Bali pada Selasa (8/7) menyerukan adanya kerjasama yang lebih luas antar negara, sehingga negara-negara miskin dan berkembang dapat terbantu dengan kerjasama yang saling menguntungkan.

Antoniu menyatakan pada dasarnya upaya pemberantasan pencucian uang merupakan bagian upaya membangun sistem pemerintahan yang lebih kuat.

”Sering kali dalam mengimplementasikan proyek upaya melawan pencucian uang kita mendapatkan dampak langsung dalam membangun negara. Sehingga membantu negara dalam membangun sistem yang lebih kuat, keuangan yang lebih sehat dan menarik dunia investasi,” tegas Antonio Gustafo Rodrigues.

Sementara Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Indonesia Widodo AS menyebutkan globalisasi telah menyebabkan perubahan kejahatan pencucian uang dan pendanaan terorisme menjadi semakin kompleks. Kejahatan pencucian uang dan pendanaan terorisme bahkan telah berkembang menjadi kejahatan multidimensi. (mlt)
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami