Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
APG Evaluasi Rezim Anti Pencucian Uang
Nusa Dua
Selasa, 8 Juli 2008,
18:53 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Tercatat 260 pejabat tinggi bidang intelijen keuangan dari 37 negara di kawasan Asia-Pasifik berkumpul di Nusa Dua Bali untuk menghadiri pembukaan Annual Meeting ke-11 dan Teknikal Assistance and Training ke-7 Asia-Pasifik Group (APG).
Pertemuan yang menurut rencana berlangsung dari tanggal 7-11 Juli ini secara garis besar akan membahas membahas upaya untuk melakukan penilaian dan rekomendasi terhadap rezim anti pencucian uang suatu Negara.
Sedangkan secara spesifik pertemuan yang juga diikuti 19 organisasi internasional dan 6 negara pengamat membahas 3 isu penting. Pertama evaluasi terhadap efektivitas rezin pengawasan anti pencucian uang dan pendanaan terorisme, Kedua Penyelidikan, identifikasi serta pelacakan kejahatan dan aset terorisme. Ketiga pembahasan isu perampasan dan penyitaan aset.
Presiden Financial Action Task Force (FATF) Antonio Gustafo Rodrigues dalam pidatonya saat pembukaan Pertemuan tahunan ke-11 Kelompok Kerjasama Asia Pasifik (APG) tentang pencucian uang di Nusa Dua Bali pada Selasa (8/7) menyerukan adanya kerjasama yang lebih luas antar negara, sehingga negara-negara miskin dan berkembang dapat terbantu dengan kerjasama yang saling menguntungkan.
Antoniu menyatakan pada dasarnya upaya pemberantasan pencucian uang merupakan bagian upaya membangun sistem pemerintahan yang lebih kuat.
-Sering kali dalam mengimplementasikan proyek upaya melawan pencucian uang kita mendapatkan dampak langsung dalam membangun negara. Sehingga membantu negara dalam membangun sistem yang lebih kuat, keuangan yang lebih sehat dan menarik dunia investasi,- tegas Antonio Gustafo Rodrigues.
Sementara Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Indonesia Widodo AS menyebutkan globalisasi telah menyebabkan perubahan kejahatan pencucian uang dan pendanaan terorisme menjadi semakin kompleks. Kejahatan pencucian uang dan pendanaan terorisme bahkan telah berkembang menjadi kejahatan multidimensi. (mlt)
Pertemuan yang menurut rencana berlangsung dari tanggal 7-11 Juli ini secara garis besar akan membahas membahas upaya untuk melakukan penilaian dan rekomendasi terhadap rezim anti pencucian uang suatu Negara.
Sedangkan secara spesifik pertemuan yang juga diikuti 19 organisasi internasional dan 6 negara pengamat membahas 3 isu penting. Pertama evaluasi terhadap efektivitas rezin pengawasan anti pencucian uang dan pendanaan terorisme, Kedua Penyelidikan, identifikasi serta pelacakan kejahatan dan aset terorisme. Ketiga pembahasan isu perampasan dan penyitaan aset.
Presiden Financial Action Task Force (FATF) Antonio Gustafo Rodrigues dalam pidatonya saat pembukaan Pertemuan tahunan ke-11 Kelompok Kerjasama Asia Pasifik (APG) tentang pencucian uang di Nusa Dua Bali pada Selasa (8/7) menyerukan adanya kerjasama yang lebih luas antar negara, sehingga negara-negara miskin dan berkembang dapat terbantu dengan kerjasama yang saling menguntungkan.
Antoniu menyatakan pada dasarnya upaya pemberantasan pencucian uang merupakan bagian upaya membangun sistem pemerintahan yang lebih kuat.
-Sering kali dalam mengimplementasikan proyek upaya melawan pencucian uang kita mendapatkan dampak langsung dalam membangun negara. Sehingga membantu negara dalam membangun sistem yang lebih kuat, keuangan yang lebih sehat dan menarik dunia investasi,- tegas Antonio Gustafo Rodrigues.
Sementara Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Indonesia Widodo AS menyebutkan globalisasi telah menyebabkan perubahan kejahatan pencucian uang dan pendanaan terorisme menjadi semakin kompleks. Kejahatan pencucian uang dan pendanaan terorisme bahkan telah berkembang menjadi kejahatan multidimensi. (mlt)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5902 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026