Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 12 Juni 2026
Putrinya Disetubuhi, Turis Jerman Lapor Polisi
Ubud
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Seorang turis wanita asal Jerman, hari ini (21/7) melaporkan kasus pencabulan yang menimpa putrinya. Turis Jerman ini tak terima karena putrinya yang baru berumur 13 tahun, disetubuhi seorang tukang kebun villa hingga 6 kali.
Baca juga:
Viral
Turis Jerman bernama Geraldine Storr (43) ini, melapor ke Polres Gianyar dengan didampingi pengurus villa tempatnya menginap.
Dalam laporannya, Geraldine melaporkan ulah I Ketut Locong, seorang tukang kebun sebuah villa di Ubud, yang telah menyetubuhi putrinya JS (13).
Terungkapnya aksi kuda lumping dengan korban anak di bawah umur ini berawal dari kecurigaan Geraldine yang melihat sepasang sandal di depan kamar putrinya, di Villa 3 Rumah, Desa Jungjungan, Ubud. Selama menginap di villa ini, ia dan putrinya memang berbeda kamar.
"Karena curiga, pelapor kemudian memaksa putrinya untuk mengakui siapa pemilik sandal itu. Akhirnya korban mengakui jika sandal itu milik I Ketut Locong, seorang tukang kebun sebuah villa, tak jauh dari tempat korban dan ibunya menginap," jelas Pahumas Polres Gianyar, Kompol Gede Sujana.
Baca juga:
Viral
Selain mengakui sandal itu milik tukang kebun yang bernama I Ketut Locong, korban juga mengakui sudah melakukan hubungan seksual dengan pelaku sebanyak 6 kali, mulai tengah malam hingga jam 3 dinihari. Semuanya dilakukan atas dasar suka sama suka alias tanpa paksaan.
Selain melapor ke Polres Gianyar, pelapor juga membawa anaknya JS ke Rumah Sakit Sanjiwani Gianyar untuk divisum . Sementara pelaku pencabulan dibawah umur ini masih belum ditangkap polisi.
"Kita masih lakukan penyelidikan atas kasus ini. Meski pengakuannya suka sama suka, namun perbuatan pelaku sudah melanggar hukum mengingat korban masih di bawah umur,"jelas Sujana. (art)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli