Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Jalan Menuju Setra Diolesi Oli
Ubud
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Konflik Banjar Semana, Singakerta, Ubud dengan Banjar Ambengan, Sayan, Ubud tak pernah berakhir. Sejak pagi, jalan menuju Setra diolesi oli sepanjang 100 Meter, akibatnya lalin di wilayah ini terganggu.
Berdasarkan informasi yang didapatkan dilapangan, sampai kini konflik dua banjar yang diakibatkan perebutan lahan setra ( kuburan, red) belum berakhir. Pasalnya, Pemkab yang semula menjanjikan tanah seluas 20 Are lebih, sampai saat ini belum menunjukkan reaksi pemberian tanah tersebut.
Tak hayal, denyut konflik diareal ini masih ada, sekitar pukul 04.00 Wita, sejumlah orang yang tak bertanggungjawab mengolesi jalan menuju Banjar Ambengan dengan Oli, akibatnya jalan menuju Setra tersebut sangat licin.
Terkait masalah ini, jajaran Mapolsek Ubud langsung turun ke TKP dan melapisi oli tersebut dengan tanah, dengan tujuan agar jalan tak licin. Bukan itu saja, dikawasan oli tersebut juga dipasang sejumlah bambu dan kayu, dengan harapan agar pengguna jalan tak melalui jalan menanjak tersebut.
"Kami masih memeriksa saksi-saksi, dan kami sampai saat ini masih menyelidiki siapa pelakunya, " kata Kapolsek Ubud, AKP Dewa Putra ketika dimintai keterangannya terkait masalah tersebut. (Art)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6005 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4685 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2663 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2327 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2241 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan