Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Aksi Kamisan ke-75 di Denpasar, Massa Suarakan Ketidakadilan dan Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026, 10:14 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Aksi Kamisan ke-75 di Denpasar, Massa Suarakan Ketidakadilan dan Karhutla.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Aksi Kamisan ke-75 kembali digelar di Bundaran Catur Muka, Denpasar, Kamis (29/10/2026). Mengusung keresahan terhadap ketidakadilan dan krisis lingkungan, massa dari berbagai wilayah di Bali turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi. Salah satu pesan yang mencuri perhatian tertulis dalam grafiti: “Kenapa Bali Diam?”

Aksi tersebut tidak hanya diikuti mahasiswa, tetapi juga berbagai elemen masyarakat, termasuk pekerja sektor pariwisata. Peserta datang dari sejumlah daerah di Bali, mulai dari Ubud, Gianyar, hingga Jimbaran.

Mengenakan pakaian serba hitam, massa berkumpul di kawasan Lapangan Puputan dan mengangkat simbol tiga jari sebagai bentuk solidaritas. Ketidakadilan serta fenomena kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi dua isu utama yang disuarakan dalam aksi tersebut.

Di tengah berlangsungnya aksi, para peserta juga menerima pesan singkat berantai dari Bali.aman. Pesan tersebut berisi ajakan menjaga Bali agar tetap aman dan damai serta imbauan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Mari bersama-sama menjaga Bali yang kita cintai agar tetap indah, aman, nyaman, dan damai. Jangan mudah terprovokasi oleh isu, berita yang belum jelas kebenarannya, maupun hasutan yang dapat memecah belah persaudaraan."

Pesan itu turut menyertakan tautan Instagram yang memuat unggahan gambar hasil kecerdasan buatan (AI).

Salah seorang peserta berinisial J menanggapi pesan massal tersebut dengan nada bercanda. Menurutnya, penggunaan gambar AI dalam unggahan tersebut justru memunculkan pertanyaan tersendiri.

“Jujur itu lucu sih. Kayak seru nih, ini lagi tren AI atau duitnya nggak ada untuk bayar ilustrator,” canda J menanggapi pesan massal tersebut.

Respons Warga Beragam, Massa Tetap Solid

Selama aksi berlangsung, respons masyarakat yang melintas di kawasan Bundaran Catur Muka terbilang beragam. Sejumlah pengendara dan warga menunjukkan dukungan dengan mengacungkan tiga jari ke arah peserta aksi.

Namun, tidak semua respons yang diterima bersifat positif. Seorang oknum tak dikenal sempat mengacungkan jari tengah ke arah massa. Situasi tersebut sempat membuat sebagian peserta hampir terpancing emosi.

Meski demikian, peserta lainnya saling mengingatkan agar tetap menahan diri. Massa tetap menjaga barisan hingga oknum tersebut berlalu.

Bagi J, Aksi Kamisan ke-75 menjadi ruang untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian publik, mulai dari Karhutla hingga persoalan perekonomian.

“Aspirasi yang dibawa pada aksi Kamisan hari ini sebenarnya banyak, meliputi Karhutla, perekonomian, dan banyak hal yang kita angkat,” ungkap J, salah satu peserta yang berprofesi sebagai pekerja pariwisata.

Ia mengaku terdorong mengikuti aksi karena merasakan secara langsung dampak berbagai krisis dan persoalan yang tengah terjadi.

Melalui Aksi Kamisan ke-75, massa berharap masyarakat Bali tidak lagi bersikap apatis terhadap ketidakadilan maupun krisis lingkungan di sekitarnya.

Menanggapi tulisan grafiti “Kenapa Bali Diam?”, J menyoroti sikap masa bodoh yang masih kerap dijumpai di tengah masyarakat. Ia menirukan ungkapan Bali, "nah pang be ye ditu", untuk menggambarkan sikap tidak peduli terhadap persoalan yang terjadi.

Ia berharap aksi yang berlangsung di kawasan Lapangan Puputan dan disaksikan banyak warga tersebut dapat mendorong masyarakat untuk lebih sadar, kritis, dan peduli terhadap berbagai persoalan krusial yang tengah dihadapi Bali.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/jun



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami