Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kenaikan Permukaan Air Laut Capai 50 Cm

Sanur

Rabu, 23 Juli 2008, 17:04 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Hasil penelitian lembaga pemerhati lingkungan Yayasan Wisnu menyebutkan dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi kenaikan permukaan air laut di beberapa pantai di Bali. Kenaikan air laut paling tinggi ditemukan terjadi di Pulau Ceningan yang mencapai 50 centimeter.



Namun belum diketahui penyebab kenaikan permukaan air laut tersebut. Direktur Eksekutif Yayasan Wisnu Made Suarnatha ketika ditemui Beritabali.com, Rabu (23/7) menyebutkan terdapat 2 alasan yang diperkirakan menjadi penyebab kenaikan permukaan air laut tersebut. Pertama dampak dari pemanasan global dan kedua dampak dari siklus reguler perubahan arus dalam jangka panjang.

Suarnatha mengingatkan kenaikan permukaan air laut ini merupakan ancaman yang besar bagi Bali, sebab Bali merupakan pulau yang kecil. "ini akan menjadi ancaman bagi Bali yang merupakan pulau kecil, nah bagaimana Bali mengantisipasinya? Sebab Bali sudah pulaunya kecil berpantai juga," tegas Suarnatha.



Suarnatha mengakui kenaikan permukaan air laut ini juga turut memperparah tingkat abrasi di pantai-pantai di Bali. Suarnatha menilai proyek penyelamatan pantai yang dilakukan pemerintah daerah Bali gagal. Menurut Suarnatha kesusksesan proyek penyelamatan pantai yang dilakukan pemerintah daerah Bali juga hanya dihitung berdasarkan persentase proyek yang selesai dan tidak melibatkan partisipasi masyarakat dalam upaya penyelamatan pantai.



Sementara berdasarkan hasil penelitian program pasca Sarjana Ilmu Lingkungan Universitas Udayana disebutkan tingkat abrasi di pantai-pantai di Bali mencapai 3 meter pertahun. Dengan tingkat abrasi paling tinggi terjadi di Pantai lebih Gianyar mencapai sekitar 50 meter pertahun. (mlt)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami