Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 19 Agustus 2026
Dana BLT di Batungsel Disunat Rp 150 Ribu
Pupuan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Keinginan sejumlah warga miskin di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan menikmati dana BLT (bantuan langsung tunai) yang seharusnya diterima Rp 300 ribu harus gigit jari. Pasalnya BLT yang mereka ambil di Kantor Desa Bagungsel, Kecamatan Pupuan dipotong sebesar Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu.
Pemotongan itu pun membuat salah satu warga setempat yakni I Ketut Kompyang Ada (32) gerah, Kamis (31/7). Dia menyayangkan pemotongan BLT terhadap dua warga miskin di wilayahnya yakni I Wayan Suteja dan I Wayan Budiasa.
Dikatakannya, dia sempat didatangi oleh dua orang tersebut tanggal 27 Juli 2008 yang menyatakan dana BLT nya dipotong. Tak tanggung-tanggung potongannya mencapai Rp 150 ribu dari Rp 300 ribu yang semestinya diterima oleh I Wayan Budiasa (33).
Sedangkan pemotongan BLT juga dialami oleh I Wayan Suteja (45) Dia yang mengalami cacat fisik memiliki kaki satu karena kecelakaan, BLT nya juga kena potong Rp 100 ribu dari total yang semestinya dia terima Rp 300 ribu.
"Saya sangat menyayangkan adanya pemotongan BLT ini karena melanggar acuan menteri sosial," jelasnya. Dia juga sudah pernah menanyakan pemotongan itu kepada Kepala Dusun Batungsel Kelod dan BPD setempat. Namun jawaban yang dia terima tidak memuaskan. "Saya siap mempertangung jawabkan pernyataan saya ini, dan saya memiliki data lengkap terkait pemotongan BLT ini," jelasnya.
Dia juga menandaskan mengungkap kasus pemotongan BLT di desanya ini bukan berarti dia bermaksud menjelekkan desanya sendiri, "Saya hanya ingin meluruskan masalah, agar masyarakat kecil tidak terus dipermainkan," jelasnya.
Selain menyampaikan pemotongan BLT tersebut, Kompyang juga menyayangkan penerima BLT tahun lalu yakni I Wayan Biakto (32), untuk tahun ini tidak mendapatkan BLT kembali. Padahal kondisi ekonominya tetap seperti tahun lalu.
"Saya mohon pihak terkait untuk menjelaskan mengenai pemotongan BLT tersebut, begitu juga pendataan mengenai penerima data BLT agar lebih tepat sasaran," harapnya.
Sementara itu Kepala PT Pos Tabanan, I Dewa Nyoman Merthayasa SE yang dihubungi mengaku belum menerima laporan tersebut. Diakuinya memang ada permintaan dari Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan pencairan BLT dilakukan di Kantor Desa setempat tanggal 23 Juli lalu yang berjumlah 87 orang.
"Mengenai adanya pemotongan dari pihak kantor Desa, kami tidak tahu itu karena bukan kewenangan kami, yang jelas tugas kami hanya menyerahkan dana itu kepada mereka (aparat desa), terkait pemotongan itu kami tidak ikut campur," jelasnya. (nod)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4573 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2376 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2033 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1637 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1077 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun