Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 19 Agustus 2026
Puluhan Hektar Sawah Kekeringan
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Akibat musim kemarau panjang sejak 3 bulan lalu, puluhan hektar sawah di Kecamatan Melaya kekeringan. Bendungan Palasari yang biasanya menjadi penyuplai air untuk irigasi, debit airnya terus menurun sejak Mei lalu. Sampai saat ini sudah menurun sampai 5 meter.
Dari pantuan Beritabali.com Kamis (7/8), keadaan air di Bendungan Palasari yang mencapai 100 hektar luas kini hanya tinggal kurang dari seperempatnya. Di samping karena kemarau panjang, menurunnya debit air di Bendungan Palasari juga disebabkan oleh menyusutnya pasokan air dari sungai Sanghyang Gede yang menjadi sumber air utama bendungan tersebut.
Sebagian pasokan air tersebut diambil untuk air bersih ke wilayah Buleleng dan sebagian lagi diambil untuk air bersih oleh warga di sekitar bendungan.
"Pipa-pipa yang mengalirkan air ke Buleleng dan ke wilayah desa di sekitar bendungan cukup besar sehingga air yang tersedot juga sangat banyak. Sisanya sangat kecil, belum lagi meresap ke tanah," ujar Gede, warga yang tinggal di sekitar bendungan.
Menurut Gede, debit air di Bendungan Palasari tersebut biasanya normal lagi paling cepat bulan November hingga Desember. "Selama air bendungan masih menyusut, sawah-sawah yang memanfaatkan air bendungan sebagai sumber air utamanya, selama itu juga kering," jelasnya.
Selain di Palasari dan sekitarnya sawah-sawah di wilayah Dusun Sombang, Tukadaya, Melaya juga dibiarkan saja terbengkalai oleh pemiliknya karena tidak ada air yang mengalir ke sawah-sawah tersebut. Saluran irigasi yang terbuat dari beton juga kering kerontang.
"Kami tidak bisa menggarap sawah karena tidak ada air. Jangankan padi, palawijapun sulit hidup," ujar seorang petani.
Sekretaris Desa (Sekdes) Tukadaya, Ketut Linggih, mengatakan setiap musim kemarau debit air yang mengalir di wilayah Dusun Sombang memang sangat kecil bahkan terkadang tidak ada air.
"Selain sawah yang memanfaatkan air sungai di wilayah itu juga ada 40 hektar sawah tadah hujan yang saat ini juga kekeringan," ujarnya. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4577 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2379 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2036 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1640 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1080 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun