Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Sejumlah LSM

Singaraja

Sabtu, 9 Agustus 2008, 20:49 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Sejumlah pentolan LSM di Buleleng melakukan "sidak" ke Lapas Kelas II B Singaraja menyusul adanya informasi yang menyebutkan tersangka kasus "mark up"alat berat Loader, Ketut Tamboen ditahan hanya formalitas semata oleh Kejaksaan.



"Kami datang ke LP ini untuk mengecek kebenaran informasi tersangka 'Loadergate' atas nama saudara Tamboen tidak tidur di LP, jangan sampai hanya menahan pas foto, sedangkan orangnya tinggal di luar, tapi setelah kami ke LP melihat dan bertemu langsung dengan para tersangka, maka isu itu tidak benar, dan saudara Tamboen ternyata ada di LP," ungkap Nyoman Sumarta dari LSM Bakti Pertiwi.

Di sisi lain, para pentolan LSM di Buleleng itu juga melakukan "sharing" dengan kedua tersangka kasus pengadaan loader pada Dinas PU tahun 2004 lalu.



" Kita juga mencari masukan dengan kasus ini dari para tersangka, sebab ada beberapa indikasi dalam penangganan kasus ini dari kejaksaan," ujar Sumarta yang akrab disapa Gatot.



Kelima pentolan LSM Buleleng, diantaranya Nyoman Sumarta alias Gatot (LSM Bakti Pertiwi), Wayan Purnamek (LSM Jari Bali), Gede Bagiada (LSM TKP-PAM), Made Suardana (LSM Solidartas Marjinal) dan Antonius Sanjaya Kiabeni (LSM Gema Nusantara alias Genus) juga mengingatkan sikap tegas Kajari Singaraja untuk mengusut aliran dana pengadaan Loader serta menindak lanjuti proses hukum terhadap dua tersangka lain yang masih bebas. (sas)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami