Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




"Saya Gak Betah Tinggal di Rumah Ibu Tiri"

Denpasar

Rabu, 27 Agustus 2008, 18:32 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Kadek Arie Darma Putra alias Kadek, punya seribu alasan, kenapa dia nekad mengajak teman-temannya mencuri. Dia bilang, setelah keluar dari penjara, dia tinggal di rumah ibu tirinya di Abiansemal Badung. Namun, lama kelamaan dia tidak betah dan berniat mencari pengalaman diluar.



Sebelum dikeler ke tahanan reskrim Poltabes Denpasar, Kadek mengaku dia baru keluar dari Lapas Kerobokan, awal Januari 2008 lalu. Dia divonis 1,2 bulan karena mencuri di sebuah sekolah di Abiansemal.

Pemuda berambut punk ini pun menganggur dan tinggal di rumah ibu tirinya di Abiansemal Badung. Dia pun tak betah tinggal di rumah ibu tirinya dan berniat keluar. Walhasil, dia pun numpang di rumah rekan-rekannya yang ke semuanya asal Banyuwangi, tinggal di Jalan Pidada VII/21 Denpasar.

“Saya yang mengajak mereka mencuri mencongkel rumah,” ujarnya. Awal aksinya, mereka menyasar empat rumah di kawasan Abiansemal, Kwanji, Kerobokan dan Dalung Banjar Tegeh Badung. Pencurian bermodus congkel jendela dan pintu itu, terjadi Juni hingga Agustus dan berhasil menyikat 11 tabung gas elpiji ukuran 12 kg dan 2 PS.

Elpiji menurut tersangka Kadek, sudah dijual dengan harga variasi dari harga Rp 300 hingga 400 ribu. Hasil penjualan tabung gas dibagi rata. “Kami foya-foya beli arak dan beli kebutuhan lainnya,” jelasnya.



Lama-kelamaan mereka pun ketagihan mencuri dan beralih ke wilayah Denpasar. Pencurian kali ini berlangsung selama dua bulan. Enam tersangka secara bergantian beraksi.



Tapi setiap kali beraksi, pasti ada Kadek. Karena Kadek-lah yang mengajari rekan-rekannya, mensurvei sasaran, bagaimana mencongkel dengan obeng, dan dimana tempat menjual hasil curian.

Khusus barang curian jenis tabung gas elpiji ukuran 12 kg, mereka langsung jual ke penadah dan hasilnya dibagi rata, kisaran Rp 300 dan 400 ribu.

“Kami sudah dua bulan beraksi. Sepeda motor curian jenis Yupiter saya yang curi dan pakai untuk beraksi di tempat lain. Plat motor saya palsukan supaya tidak ketahuan polisi,” bebernya. (Spy)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami