Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 16 Mei 2026
Warga Jerman Hadiri Perayaan Kuningan
Hamburg
BERITABALI.COM, BADUNG.
Hari raya Kuningan yang jatuh pada tangggal 30 Agustus 2008 kemarin, dirayakan umat Hindu Indonesia di Hamburg Jerman secara bersama-sama dan khidmat. Upacara persembahyangan dipimpin oleh Ida Pandita Nabe Sri Bhagawan Dwija Warsa Nawa Sandhi, yang datang dari Bali beberapa hari sebelumnya.
Pada hari Kuningan, umat Hindu berdatangan dari seluruh pelosok Jerman. Untuk dapat merayakan Kuningan bersama, ada warga yang menempuh jarak sejauh 800 km.
Para anggota Nyama Braya Bali membagi tugasnya secara komunal seperti layaknya di Bali. Pembagian tugas dari pembuatan upakara (sesajen) yang dipimpin oleh Nyoman Sukayahadi hingga memimpin Gamelan oleh I Wayan Pica. Semua pihak sibuk berhari-hari untuk menyukseskan acara ini.
Pada kesempatan ini, Bhagawan Dwija memberikan wejangan tentang Tri Hita Karana, keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, dengan Sesama dan dengan Alam. Selain itu sebagai pembimbing Rohani umat Hindu di Jerman, Bhagawan Dwija juga memberi pesan kepada umat Hindu asal Indonesia, agar berterimakasih kepada negara Jerman, dan dapat melanjutkan hubungan baik yang telah ada.
Beliau juga menghimbau pada orang Jerman yang banyak hadir di upacara itu, agar dapat diterima sebagai saudara sendiri, sehingga dapat terjalin hubungan persaudaraan di perantauan walau berbeda bangsa.
Selain memimpin upacara hari Kuningan ini, kedatangan Bhagawan Dwija juga untuk melaksanakan upacara "mendem pedagingan", suatu upacara dalam rangka perletakan batu pertama pembangunan Pura di Eropa.
Pemerintah kota Hamburg melalui Museum für Völkerkunde telah mengijinkan Pura ini dibangun di depan gedung museum yang megah.
Sebelum inisiatif ini, umat Hindu Bali/Indonesia belum memiliki bangunan suci. Oleh karena itu mereka merasa sangat terharu dan berterimakasih karena tempat suci dalam bentuk Pura Jagad (umum) yang belum pernah ada di benua Eropa, dapat diwujudkan di Hamburg.
"Pura ini bisa dibangun dengan adanya kerjasama yang baik dari pihak museum di Hamburg, dengan Bali selama bertahun tahun. Selain Pura ini, sejak tahun 2004 museum ini memiliki pameran tetap yang besar dengan tema Bali," kata Made Wiryana, salah seorang warga Bali di Hamburg.
Pembiayaan pembangunan Pura ini didanai oleh seorang sponsor Jerman yang tak bersedia disebutkan namanya, yang belum pernah ke Bali tetapi merasa memiliki hubungan spiritual yang kuat dengan Bali.
Perjuangan dan kerja keras masyarakat Indonesia, khususnya Bali ini dipelopori oleh Luh Gde Wirahmini. Akhirnya keinginan ini semakin dekat menjadi kenyataan. Pembangunan Pura ini akan memakan waktu kira-kira setahun, yang dipimpin oleh Undagi I Nyoman Arthana.
"Semua ini dapat terlaksana tidak lepas dari peranan komunikasi melalui media Internet. Sejak dua tahun yang lalu umat Hindu Jerman memiliki sebuah komunitas banjar maya di Internet yang diorganisasi oleh Gusti Putu Alit Aryani. Melalui media ini maka komunikasi dan koordinasi baik dalam urusan pembangunan pura ataupun persiapan upacara dapat dilakukan secara lebih mudah dan cepat," jelas Made Wiryana dalam surat elektroniknya ke redaksi Beritabali.com. (dev/*)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1411 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1072 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 913 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 811 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik