Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Di Yeh Embang, 62 Orang Kena Muntaber
Yeh Embang
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Hasil pengecekan Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Jembrana bersama Dinas Kesehatan Propinsi Bali ke 6 dusun di wilayah Yehembang dan sekitarnya ditemukan 62 warga yang terkena muntaber.
Kepala Dusun Sumbul, Yehembang, Mendoyo, Alit Wiryana ketika dikonfirmasi Rabu (3/9) mengatakan sampai saat ini 10 orang warganya terjangkit wabah muntaber.
"Sampai saat ini 10 orang warga saya sudah kena muntaber namun semuanya sudah mendapat penanganan," ujarnya singkat.
Kepala Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Jembrana, I Putu Suasta Mengungkapkan, dari 62 orang yang terkena wabah tersebut tidak semuanya murni muntaber tetapi campuran lantaran ada yang hanya muntah-muntah saja maupun ada yang mencret saja.
"Memang ada beberapa diantaranya menderita muntaber atau yang dalam bahasa kedokteran disebut gastro enteritis (GE) dimana akibat gangguan pencernaan pasien mengeluarkan kotoran dari mulut dan dubur namun ada yang hanya mencret saja dan ada juga yang muntah-muntah saja.
"Kalau pasien muntaber biasanya disertai dengan penurunan kesadaran dan dehidrasi. Namun yang terjadi di Yehembang ini campuran, ada yang memang muntaber namun ada yang hanya muntah-muntah saja atau mencret saja," terangnya.
Menurut Suasta, pihaknya juga belum tahu penyebab wabah muntaber ini. "Saya belum berani pastikan apakah penyebab muntaber ini karena air yang dikonsumsi warga atau faktor lainnya," kata Suasta.
Suasta menyatakan sudah mengambil sampel beberapa titik mata air yang dimanfaatkan warga yang diperkirakan menjadi penyebab wabah ini untuk diperiksa di laboratorium.
"Kita sudah ambil sampel sumber air yang kita perkirakan menjadi penyebab wabah tersebut. Kita masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium tersebut," ujarnya.
Lanjut Suasta, untuk menekan penyebaran wabah itu pihaknya sudah melakukan berbagai langkah yakni dengan memberi kaporit di semua sumber mata air, menyiagakan pelayanan terpadu mulai dari Posdayandu, Puskesmas sampai rumah sakit.
"Posdayandu kita siagakan yang biasanya seminggu sekali kita aktifkan setiap hari. Yang jelas kita siaga penuh dengan adanya wabah ini namun statusnya belum termasuk kondisi luar biasa (KLB),"pungkasnya. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2025 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun