Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Pedagang Sosis Keliling Dilarang Masuk
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Lantaran ketiban wabah diare, warga Desa Yehembang dan Yehembang Kangin melarang pedagang sosis keliling untuk memasuki wilayah desanya. Para warga menduga, wabah ini terjadi setelah mereka menyantap sosis yang dijual oleh pedagang kaki lima (PKL) keliling tersebut.
Dari informasi yang diperoleh Beritabali.com, beberapa warga Banjar Wali yang terkena wabah muntaber menduga wabah tersebut muncul setelah mereka menyantap sosis yang dijual oleh PKL. Mendengar informasi tersebut, para warga di 2 desa kompak melarang PKL masuk kampung terutama pedagang sosis keliling.
"Setelah mendengar informasi itu, warga khususnya di Banjar Wali melarang PKL terutama pedagang sosis masuk ke kampung mereka," ujar seorang warga Yehembang, Jumat (5/9).
Menurut seorang tokoh masyarakat Yehembang, dirinya mendapat informasi kalau warga Banjar Wali sebelum terjangkit muntaber menyantap sosis yang dibeli dari pedagang sosis keliling.
"Beberapa saat kemudian mereka mules-mules lalu mencret. Kejadian inilah yang membuat kecurigaan warga kalau sumber wabah itu bukan disebabkan oleh air yang diminun dan makanan yang tidak higienis tetapi karena sosis yang dibeli dari PKL itu," terangnya. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2942 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2015 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun