Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Cewek Pengedar Sabu Ditangkap
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Peredaran narkoba di Bali seakan tak pernah habis. Meski sudah banyak pengedar dan pemakai yang ditangkap, peredaran barang haram itu, semakin menjamur di metro Denpasar. Tak hanya kaum laki-laki yang kerap memasarkan narkoba, kaum hawa juga demikian halnya.
Seretnya kehidupan jaman sekarang membuat kaum hawa cenderung beralih profesi menjadi seorang pengedar narkoba. Sebut saja Caromela Triwulan alias Caca (21) tinggal di Jalan Gunung Agung Denpasar. Dia ditangkap, Jumat (12/9), dengan barang bukti 1,9 gram sabu-sabu (SS).
Kristal bening itu (SS) awalnya ditemukan petugas dari tersangka Komang Artanada (40) tinggal di Jalan Sulatri Gang Merdeka Denpasar. Satuan anrkoba Poltabes Denpasar, awalnya mencurigai Komang Artanada sebagai pemakai dan pengedar SS.
Munculnya dugaan itu berkat hasil pemantauan jajaran narkoba Poltabes Denpasar dengan memantau gerak-gerik tersangka selama ini. Penggerebekan pun dilakukan Jumat (12/9) sekitar pukul 22.00 Wita di rumah Komang Artanada di Jalan Sulatri Gang Merdeka Denpasar.
“Dalam pengerebekan petugas menemukan 0,2 gram SS disimpan di lemari pakaian,†ungkap Pahumas Poltabes Denpasar, Kompol Ketut Suwetra SH, Senin (15/9).
Tak percuma polisi menyelidiki penangkapan tersangka Komang Artanada. Di awal keterangannya, Komang Artanada mengakui SS diperolehnya dari Caca yang tinggal di Jalan Gunung Agung Denpasar.
Puas menerima keterangan tersangka, petugas meluncur ke rumah Caca dan menggeledah. Ditemukan 1,9 gram SS yang dikemas dalam plastik kecil. Terungkap Caca adalah seorang pengedar.
“Tersangka Caca langsung ditangkap. Dia pengedar, tapi dia bungkam menyebut darimana SS didapatnya,†beber Kompol Suwetra. (Spy)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun