Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Warga Tuding Polres Buleleng ‘Mandul’
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sedikitnya 10 warga dari Desa Depehe Kecamatan Kubu Tambahan Buleleng, Senin (15/9) siang mendatangi Polda Bali di Jalan WR Supratman Denpasar. Mereka mempertanyakan kinerja anggota reskrim Polres Buleleng yang hingga kini belum menangkap otak pelaku, terkait tewasnya tewasnya Kadek Karuna Alias Loto.
Sepuluh warga menuding Polres Buleleng tidak serius menangani kasus pembunuhan yang terjadi pada malam penampahan Galungan beberapa pekan yang lalu.
“Kita datang kesini (Polda) untuk mengadu kepada Kapolda Bali,†ungkap I Gede Karbawa selaku kakak korban.
Diungkapkannya, dalang di balik tewasnya, adik kandungnya, pada 19 Agustus yang lalu ini, masih berkeliaran.
“ Sudah sangat jelas ada seorang saksi yang mengaku ke penyidik, membunuh atas suruhan orang lain. Tapi mengapa saat diperiksa CRS ini kok malah dilepas,†sebutnya didampingi Jero Mangku Denge serta Nyoman Asmanu selaku paman korban.
Pengakuan yang sama dikatakan Ketut Asmara Putra, saudara korban. Ia mengatakan, keluarga korban hingga kini tidak puas atas kinerja kepolisian Polres Buleleng.
Dari 4 tersangka yakni, Gede Restapa, Kadek Radita, Kadek Wirya, dan Kadek AR,semuanya cuma pelaku suruhan.
Bahkan saat melakukan pembunuhan tehadap korban, keempat tersangka cuma membawa pentungan, batu, dan batako saja. Sementara, ditubuh korban terdapat banyak tusukan.
Guna mempercepat proses penangkap otak pelaku, mereka pun berupaya mengadukan perihal tak beres ini kepada Kapolda Bali Irjen Pol T Ashikin Husein.
Bahkan, mereka sudah melayangkan surat untuk meminta tindak lanjut Kapolda asal Aceh itu.
Ditemui terpisah, Kabid Humas Polda Bali Kombes AS Reniban, mempersilahkan aspirasi masyarakat yang mengadu persoalan ke Polda Bali.
Nantinya, Polda Bali akan mengecek, sejauh mana penanganan kasus yang terjadi di Polres Buleleng.
“Tentunya, tidak mudah menentukan tersangka, butuh proses penyidikan yang mendalam,†ujar perwira menengah melati tiga ini. (Spy)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun