Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Toko Sembako Disatroni Perampok Bersenpi

Denpasar

Kamis, 18 September 2008, 15:08 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Aksi kejahatan di metro Denpasar kian meresahkan. Betapa tidak, toko Naga Mas, di Jalan Gunung Andakasa 35, Denpasar, disantroni empat perampok bersenjata api (senpi). Gerombolan perampok yang datang mengendarai mobil sedan itu, menyekap delapan penghuni toko dan menjarah uang dikasir senilai Rp 50 juta, 4 unit HP dan seuntai kalung emas.

Perampokan di pagi buta sekitar pukul 08.15 Wita itu, mengagetkan seluruh penghuni toko. Sasaran utama perampok awalnya seorang karyawan, Putu Suyatra (21).

Pagi itu, Putu bermaksud membuka pintu rolling door toko. Tiba-tiba dia melihat, ada empat pembeli sudah berada didepan toko mengendarai mobil sedan warna biru dongker.



Sayang, Putu tidak sempat menghapal plat nomor mobil karena tidak menyangka yang datang perampok.

Seorang pelaku berperawakan gemuk, pendek dan berkumis, langsung mendorong tubuh Putu masuk kedalam toko. Dibarengi teriakan ancaman.

“Jangan bergerak,,..tiarap,,..”teriak perampok. Putu kaget setengah mati, dia pun menuruti kemauan pelaku. Dia sempat melihat tiga pelaku lain menyeruak masuk kedalam toko.

Gerombolan perampok professional itu ternyata telah membekali diri dengan tali plastic dan lakban. Detik itu juga, pelaku yang bertubuh gemuk dan pendek langsung menyekap mulut, mengikat tangan dan kaki, serta-merta menutup mata Putu dengan lakban.

Sayup–sayup, Putu mendengar teriakan pelaku lain, agar pemilik toko bernama Linda yang juga berada didalam toko, tidak berteriak.



“Mereka mengancam dan menodong saya dengan senjata api. Saya ditodong dibagian pinggang belakang. Saya tidak sempat melihat jenis senjatanya,”beber Putu.

Karyawan yang baru delapan bulan bekerja di toko Naga Mas itu, melanjutkan ceritanya. Dikatakannya, majikannya Linda dan Dian (pembantu rumah tangga) ikut ditodong senjata api.

“Dian ditodong di leher, majikannya saya hanya diancam,” urainya jelas.

Linda dan Dian pun tak berkutik setelah pelaku mengikat tangan, kaki dengan tali plastic. Serta-merta menutup mulut dan mata dengan lakban.

“Waktu saya terikat dilantai, saya mendengar pelaku menanyakan kepada majikan saya Linda, dimana letak uang. Majikan saya bilang ada di kasir,”jelasnya.

Pelaku cepat bertindak mengambil dan menjarah isi toko. Empat HP raib, berikut uang tunai Rp 50 juta dan sebuah kalung emas milik Linda yang dirampas pelaku dari lehernya.



Ternyata para pelaku belum puas. Mereka beraksi dengan cara berpencar. Dua pelaku berada dibawah toko, sedangkan dua pelaku lain, naik ke lantai atas.

Dengan cara yang sama, dilantai dua, perampok menyekap Elvani Candra (ibu kandung Linda), Celsia (anak kandung Linda berusia 1,5 tahun), Puri dan Enil (pembantu rumah tangga) dan Okta (suster yang menjaga Celsia).

Usai mengikat dan menyekap 5 korbannya dilantai dua, mereka mengobok-obok isi kamar. Namun tidak ada barang yang hilang.

“Saat kejadian, majikan saya laki (Wili Candra) sedang menghantar anaknya yang kedua sekolah),” ungkapnya.

Aksi perampok berlangsung sekitar 10 menit. Sebelum kabur keluar dari pintu rolling door, para perampok mendengar teriakan Linda dari dalam toko.

“Perampoknya balik lagi dan berteriak mengancam majikan saya agar jangan berteriak. Majikan saya langsung diam,” ucapnya lesu.

Sepuluh menit berlalu, setelah empat perampok kabur, seorang karyawan Nyoman Dana datang mengendarai mobol box. Dia mendapati Putu, Dian dan Linda disekap. Tali pengikat pun dilepas, begitu juga dengan lima korban lainnya yang berada dilantai dua. (Spy)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami