Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Bale Kulkul dan Candi Hancur
Gianyar
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Pohon beringin yang berada di areal Pura Dalem Madangan Kelod, Petak, Gianyar tumbang. Akibatnya satu buah Bale Kulkul serta candi bentar hancur.
Berdasarkan keterangan dilapangan, kejadian ini sendiri terjadi pada hari Jumat (26/9) malam. Kala itu hujan turun sangat deras. Tiba-tiba saja, salah satu cabang pohon beringin tumbang serta menimpa bangunan suci sebuah Bale Kulkul dan Candi Bentar. Diperkirakan kerugian mencapai Rp 200 Juta.
Baca juga:
Gelombang 4 Meter Terjang Pesisir Gianyar
“ Dilihat dari kerusakan tempat suci, diperkirakan kerugian mencapai Rp 200 Juta, “ kata salah seorang warga, I Nyoman Suparta didampingi Bendesa Adat setempat, I Made Keneh.
Lebih jauh, Suparta menjelaskan pohon beringin dengan tinggi 200 Meter ini, tahun lalu sempat roboh juga. Namun kejadian ini terulang lagi. Padahal, pada tanggal 18 November tepatnya pada rahina Anggarkasih Prangbakat di Pura tersebut digelar karya Pedudusan.
Baca juga:
Gelombang 4 Meter Terjang Pesisir Gianyar
“ Dulu pohon pule yang berada diwilayah Pura sempat dipotong, namun warga Kerauhan, inilah yang menjadi dasar kenapa pohon beringin yang berada di areal yang sama tak berani dipotong oleh warga, “ ucapnya. (Art)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2026 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun