Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Jero Mangku Dihajar Dua Pemuda
Penarukan
BERITABALI.COM, BULELENG.
Seorang Jero Mangku (pemimpin upacara agama Hindu) dihadang dua pemuda di Jalan Sam Ratulanggi, Kelurahan Penarukan, Kecamatan Buleleng, saat akan pulang dari Desa Alas Angker. Tanpa basa basi, 2 pemuda ini kemudian menghajar pemangku ini.
Peristiwa pengeroyokan yang menimpa Jero Mangku Alit Putra Wijaya (57) terjadi pada Minggu (28/9) dinihari, di lintasan Jalan Sam Ratulanggi Singaraja.
Baca juga:
NASA Bagikan Foto Jupiter Pertama JWST
Berdasarkan laporan di Mapolres Buleleng, kedua pelaku diketahui bernama Yudi (30) warga Kelurahan Penarukan dan Nengah (35) warga Desa Sangsit Kecamatan Sawan.
“Kita belum mengetahui secara pasti aksi penghadangan yang disertai dengan pengeroyokan dan penganiayaan yang dilakukan dua pemuda terhadap seorang jero mangku ini, sebab tersangka belum diperiksa dan korban sekarang tengah dalam proses pemeriksaan,†ungkap Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol I Made Sudirsa.
Sementara dari laporan korban Jero Mangku Alit Putra Wijaya menyebutkan, sebelum peristiwa pemukulan ini terjadi, korban akan pulang ke rumahnya di Jalan Pulau Bali Kelurahan Kampung Baru.
Di pertengahan jalan korban dihadang dua pemuda Yudi dan Nengah. Tanpa basa-basi, Jero Mangku itu dihajar hingga mengakibatkan memar dan rasa sakit pada dahi.
Hingga kini korban mengaku masih belum mengerti kenapa dirinya menjadi korban pemukulan. (sas)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3360 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 1177 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 799 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan