Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Guru Cabul Itu Wakepsek SMP 6
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dunia pendidikan tercoreng akibat ulah Drs. Nyoman Adi Adyana (45), sekaligus Wakil Kepala Sekolah (Wakepsek) SMP Negeri 6 Denpasar. Nyoman yang sebelumnya dinilai sebagai seorang guru teladan, disiplin dan penuh wibawa, tega berbuat cabul terhadap anak didiknya sendiri yang masih di bawah umur.
Anak didik yang dicabuli Nyoman berinisial MH (14), siswi kelas 2 SMP PGRI 4 Denpasar. Kasus pencabulan itu kini ditangani satuan RPK Poltabes Denpasar.
Hari ini, Senin (29/09), berkas acara pemeriksaan dan tersangka telah dilimpahkan, sambil menunggu pemeriksaan lanjutan terhadap Drs. Nyoman Adi Adyana.
Tak banyak yang bisa digali dari keterangan di penyidik Poltabes Denpasar. Namun sumber penyidik mengatakan, tersangka Nyoman Adyana yang kini menjabat sebagai Wakepsek SMPN 6 Sanur, terpilih sebagai guru teladan dengan jabatan rangkap, yakni sebagai Ketua Yayasan di sebuah sekolah SMP di Denpasar, yang baru-baru ini diresmikan.
Dalam keterangan sejumlah saksi yang telah diperiksa, tersangka adalah seorang guru terpandang, penuh disiplin dan kerap bertindak tegas kepada siapa saja, termasuk para guru. Di kalangan murid, tersangka merupakan guru yang ditakuti.
“Dari keterangan saksi-saksi, tersangka merupakan guru yang tegas, disiplin dan setiap ada upacara dia bertindak sebagai inspektur upacara. Tersangka juga mengajar murid olahraga,â€jelas sumber penyidik.
Sepintar-pintarnya, menyembunyikan kewibawaan, akhirnya terkuak juga. Drs. Nyoman Adi Adyana, ternyata guru cabul. Lelaki yang telah beristri itu, terpincut dengan MH, murid SMP kelas 2 di SMP PGRI 4 Denpasar.
Entah bagaimana jalinan asmara kedua guru dan murid ini terjadi. Namun dari keterangan beberapa sumber menyebutkan, tersangka kerap menjemput MH saat pulang sekolah. Tak jarang pula, MH diajak bolos, meski jam belajar sedang berlangsung.
Cinta ‘monyet’ keduanya diakhiri dengan persetubuhan layaknya suami istri. Tersangka yang doyan daun muda ini, dalam dua bulan belakangan sukses menggarap MH sebanyak 4 kali.
Dua kali aksi kuda lumping dilakukan di dalam mobil di kawasan Pulau Serangan Sanur, dan dua kali di sebuah Hotel di Jalan Diponegoro Denpasar. Setiap kali ‘ngejos’, tersangka memberikan uang Rp 100 ribu kepada MH, sebagai bentuk kasih sayang.
Sadar, anaknya dicabuli sang guru, orang tua MH melaporkannya ke Poltabes Denpasar. Tersangka kemudian ditahan di Poltabes Denpasar. (Spy)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2615 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan