Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 5 Mei 2026
Kayu Hanyut di Muara, Diduga Hasil Illegal Logging
Pengambengan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Hujan lebat yang mengguyur wilayah Jembrana, Senin (6/10) malam hingga Selasa (7/10) siang membuat sekitar beberapa meter kubik kayu tak bertuan, yang diduga hasil illegal logging hanyut hingga terdampar sekitar Muara Pengambengan. Kontan, kayu-kayu ini menjadi rebutan warga di sekitar lokasi tersebut.
Informasi yang dihimpun di Muara Pengambengan, kayu-kayu yang hanyut melalui sungai Ijogading ini diduga merupakan hasil illegal logging yang oleh pelakunya diletakkan di hulu sungai dengan maksud untuk dihanyutkan mengikuti arus sungai Ijogading kemudian diambil di suatu tempat.
Dengan demikian, pelaku illegal logging tidak perlu mengangkut kayu-kayu tersebut ke pinggir hutan yang sangat beresiko diciduk aparat. "Mungkin ini kayu jarahan dari hutan yang oleh pelakunya diletakkan di hulu sungai untuk dihanyutkan menuju ke suatu tempat kemudian diambil oleh pelakunya," kata seorang warga Pengambengan.
Sejak dini hari, warga di sekitar Muara Pengambengan sudah mengambil kayu-kayu yang hanyut itu sampai akhirnya ludes pada 07.30 pagi tadi.
Kehadiran kayu-kayu tak bertuan itu juga membuat tukang angkat ikan dari perahu (tukang panol) tidak berani turun dari perahu lantaran air sungai yang masuk di Muara Pengambengan dengan membawa kayu-kayu tersebut cukup deras.
"Kayu-kayu tersebut sudah diambil warga sejak dini hari karena mereka tahu ada beberapa kayu yang ukurannya besar dan bagus untuk bahan bangunan," kata warga lainnya. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 473 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 381 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 375 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik