Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Darna Membantah

Budeng

Selasa, 21 Oktober 2008, 16:12 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Menyikapi surat kaleng yang menimpa dirinya, Perbekel Budeng yang juga ketua Forum Perbekel Kabupaten Jembrana, Nyoman Darna membantah semua tudingan dalam surat kaleng tersebut.

Darna juga meragukan kalau Gede Darmayasa yang mengirimkan surat kaleng tersebut merupakan warganya.

Darna ketika dikonfirmasi, Selasa (21/10) membantah semua tudingan tersebut namun Darna mengakui kalau dirinya pernah membuat surat keterangan yang membenarkan kalau Nengah Darta merupakan Kelian Subak Kawis.



"Karena dia memang benar sebagai kelian subak Kawis, makanya saya buatkan surat keterangan. Silahkan saja tanyakan sama yang bersangkutan," ucapnya.

Lanjut Darna, surat keterangan itu dibuatnya untuk meyakinkan pihak Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali Cabang Negara dalam proses pencairan bantuan dana operasional subak dari Pemprop Bali.



"Surat keterangan itu saya buat untuk menyakinkan pihak bank. Dana operasional tersebut sudah diterima oleh subak," terang Darna.

Darna meragukan kalau Gede Darmayasa yang mengirimkan surat kaleng tersebut warganya. "Selama ini tidak ada warga Budeng yang bernama Gede Darmayasa.

Saya pun tidak tahu orang darimana dia. Apakah hanya ngaku-ngaku saja? Ini jelas surat kaleng," kata Darna.

Terkait dengan tudingan korupsi dana bantuan Bupati senilai Rp. 9 juta, Darna membantahnya. Perbekel yang sudah 2 periode menjabat ini mengakui selaku perbekel dirinya pernah menerima dana bantuan Bupati Jembrana tahun 2004 senilai Rp 9 juta.



"Saya sudah realisasikan sesuai peruntukannya yakni untuk mengkrokol jalan Budeng-Dauhwaru. Bahkan sekarang jalan tersebut sudah diaspal atas usulan kami. Rasanya tidak mungkin jalan 1 km hanya dikrokol dengan dua truk," katanya. Darna juga membantah kalau dirinya membuat kwitansi fiktif untuk mempertanggungjawabkan dana operasional perbekel.

"Saya heran dana operasional apa yang dikatakan kwitansinya fiktif. Dana operasional desa semua dari Alokasi Dana Desa (ADD)," terangnya.


Darna juga mengaku surat kaleng yang diterimanya ini bukanlah yang pertama
kali. "Sebelumnya saya sudah pernah terima 3 surat kaleng namun tidak saya
tanggapi karena saya tidah pernah merasa berbuat seperti yang ditudingkan
dalam surat kaleng tersebut," tandasnya. Menurut Darna munculnya surat
kaleng ini kemungkinan karena ada pihak-pihak yang tidak senang dengan
dirinya. "Saya kira ini adalah hal yang wajar tap saya melihatnya sebagai
sebuah bahan untuk mengevaluasi diri, apalagi sudah beberapa kali ada surat
kaleng yang saya tidak tahu tujuannya," pungkasnya. *(dey)*

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami