Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 24 Juni 2026
Tekan Populasi, Anjing Dikebiri
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Puluhan anjing tidak bertuan di Desa Mendoyo Dauh Tukad, Mendoyo dirazia oleh Yayasan Yudhistira Swarga untuk disuntikkan vaksin anti rabies, Senin (27/10). Sedangkan untuk mencegah berkembangnya populasi anjing tersebut, beberapa anjing terpaksa dikebiri agar tidak beranak pinak.
Puluhan anjing milik warga ditangkap satu persatu untuk mendapatkan pengobatan gratis dan mendeteksi virus rabies pada anjing tersebut. Awalnya kedatangan mereka dengan seragam hitam-hitam sempat mengejutkan warga sekitarnya.
Namun setelah dijelaskan maksud penangkapan anjing tersebut, kontan masyarakat langsung ikut menunjukkan keberadaan anjing milik mereka.
Penangkapan anjing ini menggunakan jaring khusus sehingga tidak sedikitpun melukai anjing yang ditangkap. Sejatinya warga Mendoyo Dauh Tukad mengeluhkan semakin banyaknya populasi anjing liar di wilayah desa tersebut sehingga dirasa mengganggu. "Belum lagi kalau anjing tersebut membawa
penyakit, kami takut akan menular ke anjing kami atau malah menularkan penyakit berbahaya kepada manusia," ujar salah seorang warga.
Drh. Ida Ayu Martini mengatakan kedatangan timnya ke lokasi ini berdasarkan permintaan masyarakat dan dari hasil cek lapangan memang benar di lokasi ini banyak anjing liarnya.
Untuk mengurangi populasi anjing-anjing liar tersebut dilakukan dengan upaya sterilisasi. "Untuk anjing betina kita sterilisasi dan anjing jantan dikastrasi, tetapi sebagian besar yang kita operasi tadi anjing betina" ujarnya.
Selain upaya mengurangi populasi juga dilakukan pengobatan untuk anjing-anjing liar. "Namun apabila penyakitnya sudah parah seperti penyakit kulit, terpaksa kita musnahkan dengan disuntik mati," terangnya.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun