Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Nyali Ciut Saat Geledah Rumah Gung Cilik
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Senin (27/10), melaksanakan razia satwa langka di empat lokasi. Empat ekor satwa langka disita dari pemiliknya karena melanggar Undang undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Alam dan Ekosistem ancaman 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta.
Pelaksanaan razia ini tak luput dari kegerahan petugas BKSDA yang menerima laporan, maraknya pemeliharaan satwa langka yang dilindungi oleh para pengusaha.
Namun, Komandan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat, I Made Astra yang memimpin razia bersama Sembilan anggotanya, mengalami kendala saat menyanggong rumah Drs. AA Ketut Asmara Putra alias Gung Cilik di Jalan Gung Tangkuban Perahu Denpasar. Gung Cilik, tokoh pemuda setempat, komplin terhadap petugas yang berniat menyita satwa langka peliharaannya.
Walau negosiasi sudah berlangsung lebih kurang setengah jam, petugas tampaknya keder menyita dua burung elang putih, yang berada disangkar. Petugas berangsur-angsur mundur dan memilih mencari sasaran lain.
Gung Cilik yang ditemui terpisah mengatakan, dia bukannya tidak mau menyerahkan dua ekor elang, yang dipeliharanya. Sebab, burung tersebut, sudah sejak kecil dipeliharanya, atas pemberian temannya, mantan Kapolres Jembrana dan seorang Letnan Kolonel.
Kurun waktu memelihara, Gung Cilik mengaku mengeluarkan uang banyak, untuk memberi makan dan menjaga kesehatan hewan kesayangannya.
Lagipula, katanya, dia tidak mengetahui mana yang dilindungi dan mana yang tidak dilindungi. Pun dia mengharapkan, apabila ada ijin untuk memelihara satwa langka, dia akan berupaya mengurusnya.
Saya tidak menjualnya. Kalau ada ijinnya saya akan cari, apa syarat-syaratnya, tantangnya.
Gung Cilik juga menyesalkan tindakan petugas BKSDA yang tidak melakukan teguran lebih awal. Lebih praktis, katanya, selayaknya petugas melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat, agar masyarakat tidak rugi memelihara satwa langka.
Saya ada ikatan bathin terhadap hewan-hewan itu. Setiap hari saya beri makan, setiap hari saya mendengar suaranya, sebelum saya berangkat ke kantor. Sangat disayangkan kalau dibawa ke kantor KSDA, mau diapakan disana, keluhnya.
Gagal menyita satwa langka di rumah Gung Cilik, petugas tidak pantang menyerah. Petugas menyasar rumah I Wayan Rasna Jaya di Jalan Gunung Tangkuban Perahu 136 Denpasar.
Di rumah pengusaha mebel UD. Rasna Jaya itu, petugas menemukan seekor burung kakaktua jambul kuning kecil atau cacatua cacsulphurea dan seekor burung elang hitam atau accipitridae.
Setelah melakukan penyitaan, petugas BKSDA berpindah tempat, menyasar sebuah rumah dikawasan Bay Pass Ngurah Rai, atau tepatnya diseberang Jalan Bet Ngandang Sanur.
Petugas tak berhasil menemui pemiliknya, Wayan Suendra yang belakangan dikabarkan mengadakan lomba burung di Jawa. Walau begitu, petugas berhasil menyita dua ekor burung, satu jenis nuri emas dan satu ekor juaneimas.
Disela-sela gencarnya pelaksaan razia, ada pemandangan menarik saat petugas menggeledah Taman Bali Festival Padanggalak Sanur.
Penyanggongan di Taman Bali Festival tak luput dari kecurigaan petugas, dimana ditempat itu ada 20 ekor penyu darat, yang notabene satwa dilindungi. Padahal, setahu petugas, ijin yang dikeluarkan BKSDA, hanya ijin pemeliharaan buaya.
Tak urung, setelah menggeledah Taman Bali Festival Padanggalak, petugas keluar dengan tangan hampa. Saat ditanya, petugas hanya menjawab masih dicek. Masih kita cek ijinnya, kata Komandan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat I Made Astra.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan