Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Wali Murid Minta Pemkab Tegas
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Kendatipun Kepala Sekolah (Kasek) SMAN 1 Negara telah membela diri terkait pungutan dengan dalih sumbangan sukarela tersebut, wali murid di SMAN 1 Negara mendesak agar Pemkab Jembrana bertindak tegas untuk menangani masalah ini. Mereka mengharapkan agar Pemkab melakukan tindakan tegas terhadap oknum-oknum di SMAN 1 Negara yang suka 'bermain'.
Sejumlah wali murid mengatakan sejatinya mereka tidak keberatan dengan adanya pungutan di sekolah namun nilainya jangan dipatok. Apalagi nantinya pungutan tersebut digunakan untuk hal-hal yang menurut mereka tidak masuk akal.
"Sejatinya kami tidak keberatan ada pungutan di sekolah asalkan nilainya jangan dipatok. Apalagi dalam rancangan anggaran banyak hal-hal yang tidak masuk akal yang dibebankan kepada wali murid seperti biaya konsumsi tamu, sumbangan-sumbangan dan lain-lain,"ujar seorang wali murid yang tidak mau menyebutkan namanya.
Terkait dengan pengadaan sarana dan prasarana sekolah, katanya sebenarnya sekolah di Jembrana sudah mendapatkan banyak bantuan dan penggunaan dananya juga jelas. "Kalau masalah sarana dan prasarana, kan semua sekolah negeri di Jembrana sudah mendapatkan bantuan dari Pemkab, mengapa kok masih minta ke wali murid," katanya.
Bagi siswa yang tidak bayar, lanjutnya, memang sekolah mengatakan tidak ada sanksi tapi dirinya tidak yakin akan hal itu. "Memang katanya kepala sekolah tidak ada sanksi, tapi minimal secara psikologis murid yang tidak ikut nyumbang kan merasa terganggu. Kalau seperti ini, apa proses belajar akan bisa berjalan baik," imbuhnya.
Rupanya masalah pungutan ini merupakan salah satu masalah yang memicu banyak masalah yang sebenarnya terjadi di sekolah yang cukup bergengsi di Jembrana tersebut. Salah satu masalah yang diungkapkan adalah biaya study tour ke Yogyakarta beberapa bulan yang lalu yang telah dibayarkan oleh siswa namun karena siswa tersebut sakit sehingga tidak bisa berangkat. "Posisi siswa itu sudah diganti sama siswa lain yang juga bayar penuh tapi uang siswa yang tidak berangkat tidak dikembalikan penuh. Itu bagaimana pertanggungjawabannya dan kemana dana tersebut," katanya.
Lanjutnya, tidak semua siswa di SMAN 1 Negara tersebut berasal dari orang kaya jadi tidak bisa disamakan semua. "Wali murid yang tidak mampu juga banyak, jangan disamakan semua," tandasnya.
Sementara itu Wakil Ketua DPRD Jembrana, IGN Yasa Negara mengatakan pihaknya juga tidak setuju dengan adanya pungutan di sekolah apalagi dengan ada patokan nilainya. "Sebaiknya hal itu tidak dilakukan dan jika memang sudah dipungut lebih baik dikembalikan," katanya.
Sebelumnya Bupati Jembrana, Gede Winasa menegaskan pihaknya melarang adanya pungutan di sekolah karena Pemkab Jembrana selalu membantu berbagai kebutuhan sekolah tanpa membebani orang tua siswa. Pihaknya juga akan segera mengecek mengenai masalah ini ke sekolah.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2828 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2038 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1987 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun