Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Upah Jurnalis Denpasar Jauh dari Layak
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Meski sering memberitakan minimnya kesejahteraan para buruh, ternyata upah para jurnalis Denpasar masih cukup memprihatinkan. Survey Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar menunjukkan, upah pekerja pers di Denpasar masih jauh dari standar kelayakan.
Dalam survey yang dilakukan antara Agustus hingga September 2008, AJI Denpasar mendapatkan fakta bahwa upah jurnalis di Denpasar paling tinggi Rp 1,8 juta (take home pay) dan paling rendah Rp 550 ribu (take home pay) per bulan.
Disamping memberi upah yang masih jauh dari standar layak, ada juga perusahaan media yang tidak memberikan uang transportasi, kata Ketua AJI Denpasar Bambang Wiyono, di Renon (29/10).
Survey tentang upah jurnalis ini dilakukan di sejumlah perusahaan media yang ada di Bali seperti Radar Bali, Nusa Bali, Bali Post, Denpasar Pos, Patroli Pos, dan sejumlah media cetak serta elektronik lainnya.
Agar profesionalisme jurnalis bisa ditingkatkan, AJI Denpasar menetapkan standar upah layak minimum sebesar Rp 3,6 juta. Standar upah ini berlaku bagi seorang jurnalis lajang di Denpasar yang baru diangkat menjadi karyawan tetap, kata Bambang saat membacakan hasil survey upah minimum jurnalis.
Standar upah minimum ini, jelas Bambang, dirumuskan berdasarkan komponen dan harga kebutuhan hidup layak pada 2008. Dalam survey ini, AJI Denpasar menetapkan lima komponen kebutuhan jurnalis secara individu atau belum berkeluarga. Lima komponen itu antara lain makanan dan minuman, sandang, perumahan, aneka kebutuhan lain, serta tabungan.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3809 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1753 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang