Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Empat Siswa SD Ditampar Guru

Banyubiru

Rabu, 29 Oktober 2008, 18:28 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Lantaran tidak menyiram WC sehabis kencing, 4 siswa SDN 2 Banyubiru ditampar oleh KS, guru di sekolah tersebut dengan penggaris plastik. Keempat siswa yang semuanya kelas 2 tersebut, ada yang mengaku ditampar pada bagian pipi.


Dari informasi yang diperoleh, pemukulan yang dilakukan KS ini berlangsung pada Senin (27/10) lalu. KS diduga telah melakukan pemukulan terhadap RF(8), AM (8), FA (8) dan Al (8). Dari penuturan AM diketahui kejadian berawal dari keempat siswa tersebut kebelet kencing dan masuk ke WC tanpa melepas sepatu, padahal setiap pagi kepala sekolah mengumumkan kalau masuk ke WC/kamar mandi agar sepatunya dilepas.

 


Keempat siswa tersebut pergi begitu saja tanpa menyiram bekas kencing lantaran bel masuk kelas telah berbunyi. Kejadian tersebut diketahui KS yang juga koordinator Protap UKS di sekolah tersebut. Kemudian KS memanggil keempat siswa tersebut dan sempat melayangkan tamparan dengan menggunakan penggaris plastik ukuran 30 cm.


"Saya ditampar di bagian pipi saya dengan penggaris plastik," ujar AM. Lanjut AM, kejadian tersebut juga menimpa ketiga temannya, bahkan ada juga yang menerima tendangan KS di bagian kakinya.

 


AM juga menuturkan pulang sekolah dirinya menceritakan kejadian tersebut kepada orang tuanya. Kepada Beritabali.com, Rosida mengatakan setelah mendengar penuturan keponakannya, hari itu juga dirinya mengutus adiknya, Rosidi untuk menanyakan kejadian tersebut kepada pihak sekolah.


"Saat itu guru tersebut sempat minta maaf pada adik saya," katanya. Lanjut Rosida, keesokan harinya, Selasa (28/10), AM masuk sekolah namun kembali menerima perlakukan yang kurang baik dari Dw, guru di sekolah tersebut. "Saat itu Dw mengusir keponakan saya dan malah disuruh pindah sekolah ke Pengambengan gara-gara mengadukan masalah ini kepada orang tua," jelasnya.

 


Lantaran diusir, korban pulang ke rumah dan tidak mau sekolah. Hingga Rabu (29/10) korban tidak berani lagi untuk datang ke sekolah. Sedangkan ibu korban, Rodiah yang didampingi suaminya, Sahidin, mengatakan dirinya tidak terima dengan perlakuan guru seperti itu, apalagi setelah memukul kemudian mengusir anaknya dari sekolah.

 

"Jelas kami keberatan,"tandasnya. Rodiah mengakui kalau anaknya memang nakal tapi masih bisa dinasehati. "Anak saya memang nakal tapi masih bisa kok dinasehati," terangnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: Diskominfo Buleleng



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami