Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Empat Siswa SD Ditampar Guru
Banyubiru
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Lantaran tidak menyiram WC sehabis kencing, 4 siswa SDN 2 Banyubiru ditampar oleh KS, guru di sekolah tersebut dengan penggaris plastik. Keempat siswa yang semuanya kelas 2 tersebut, ada yang mengaku ditampar pada bagian pipi.
Dari informasi yang diperoleh, pemukulan yang dilakukan KS ini berlangsung pada Senin (27/10) lalu. KS diduga telah melakukan pemukulan terhadap RF(8), AM (8), FA (8) dan Al (8). Dari penuturan AM diketahui kejadian berawal dari keempat siswa tersebut kebelet kencing dan masuk ke WC tanpa melepas sepatu, padahal setiap pagi kepala sekolah mengumumkan kalau masuk ke WC/kamar mandi agar sepatunya dilepas.
Keempat siswa tersebut pergi begitu saja tanpa menyiram bekas kencing lantaran bel masuk kelas telah berbunyi. Kejadian tersebut diketahui KS yang juga koordinator Protap UKS di sekolah tersebut. Kemudian KS memanggil keempat siswa tersebut dan sempat melayangkan tamparan dengan menggunakan penggaris plastik ukuran 30 cm.
"Saya ditampar di bagian pipi saya dengan penggaris plastik," ujar AM. Lanjut AM, kejadian tersebut juga menimpa ketiga temannya, bahkan ada juga yang menerima tendangan KS di bagian kakinya.
AM juga menuturkan pulang sekolah dirinya menceritakan kejadian tersebut kepada orang tuanya. Kepada Beritabali.com, Rosida mengatakan setelah mendengar penuturan keponakannya, hari itu juga dirinya mengutus adiknya, Rosidi untuk menanyakan kejadian tersebut kepada pihak sekolah.
"Saat itu guru tersebut sempat minta maaf pada adik saya," katanya. Lanjut Rosida, keesokan harinya, Selasa (28/10), AM masuk sekolah namun kembali menerima perlakukan yang kurang baik dari Dw, guru di sekolah tersebut. "Saat itu Dw mengusir keponakan saya dan malah disuruh pindah sekolah ke Pengambengan gara-gara mengadukan masalah ini kepada orang tua," jelasnya.
Lantaran diusir, korban pulang ke rumah dan tidak mau sekolah. Hingga Rabu (29/10) korban tidak berani lagi untuk datang ke sekolah. Sedangkan ibu korban, Rodiah yang didampingi suaminya, Sahidin, mengatakan dirinya tidak terima dengan perlakuan guru seperti itu, apalagi setelah memukul kemudian mengusir anaknya dari sekolah.
"Jelas kami keberatan,"tandasnya. Rodiah mengakui kalau anaknya memang nakal tapi masih bisa dinasehati. "Anak saya memang nakal tapi masih bisa kok dinasehati," terangnya.
Reporter: Diskominfo Buleleng
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2797 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2029 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1973 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun