Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Fooging Bukan Pilihan Utama Atasi DB
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Musim hujan telah dimulai yang diawali dengan turunnya hujan beberapa waktu yang lalu. Kondisi seperti ini tentunya sangat rawan dengan penyebaran berbagai penyakit menular, salah satunya demam berdarah (DB). Untuk mengatasi penyebaran nyamuk aedes aegypti penyebab DB tersebut, ternyata penyemprotan (fogging) bukanlah merupakan pilihan utama.
Baca juga:
Lubang Ozon Baru Terdeteksi di Daerah Tropis
Hal tersebut diungkapkan Subrata, Ketua Tim Penilai Lomba Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) saat bersama timnya melakukan penilaian terhadap usaha PSN di Kelurahan Pendem, Jembrana, Kamis (30/10).
Menurut Subrata, organisasi kesehatan dunia, WHO, tidak menempatkan fogging sebagai pilihan utama dalam mengatasi penyebaran nyamuk, justru yang terpenting adalah dengan PSN. Lanjut Subrata, langkah yang sangat murah ini akan menyasar kepada sarang dan populasi jentik nyamuknya.
"PSN ini murah dan bisa dilakukan oleh siapa saja dan sangat efektif karena langsung menyasar pada sarang nyamuk. Kalau fogging yang disasar adalah nyamuk dewasa tetapi sarangnya tetap ada," kata Subrata.
Baca juga:
Lubang Ozon Baru Terdeteksi di Daerah Tropis
Diungkapkan Subrata, sejak pertama kali ditemukannya tahun 1958 di Filipina, nyamuk demam berdarah menyebar sangat cepat hingga tahun 1973 telah mencapai Bali. "Sejak tersebut, kasus demam berdarah mulai meningkat padahal berbagai upaya telah dilakukan untuk pemberantasan nyamuk tersebut," katanya.
Kota metropolitan, lanjut Subrata, cenderung memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap penyakit DB. "Kota metropolitan selalu identik dengan DB," ujar Subrata.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3808 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1750 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang