Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Sebelum Maupun Pasca Eksekusi Mati Amrozy cs
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Menjelang eksekusi mati terhadap trio bomber Bali 1, Amrozy, Ali Gufron dan Imam Samudra suasana di Pelabuhan Gilimanuk lengang. Begitu pula setelah eksekusi yang dilaksanakan pada pukul 01.00 Wita Minggu (9/11). Tidak tampak antrean penumpang maupun kendaraan di areal parkir keberangkatan menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Dari pantauan di lapangan, lengangnya Pelabuhan Gilimanuk ini sudah terasa sejak menjelang detik-detik dilaksanakannya eksekusi mati tersebut. Volume kendaraan maupun penumpang jauh menurun dari hari-hari biasanya. Kapal-kapal motor penumpang (KMP) yang berlayar dari Gilimanuk maupun sebaliknya hanya mengangkut beberapa penumpang, sepeda motor dan mobil pribadi serta bus AKAP.
Kapal landing craft tank (LCT) yang mengangkut barang juga mengalami kondisi yang sama. Hampir tidak ada LCT yang dipenuhi dengan muatan. "Hal ini telah terasa sejak 2 hari sebelum eksekusi dilaksanakan, mungkin karena tersiarnya isu aksi balas dendam dari kelompok Amrozy cs,"ujar Sadia, salah seorang pengurus bus AKAP.
Lanjut Sadia, lantaran isu tersebut, penumpang lebih memilih untuk tidak melakukan perjalanan ke Jawa. "Lantaran isu tersebut, penumpang yang biasanya mondar-mandir ke Jawa, memilih menunggu agar situasi benar-benar aman untuk kembali bepergian,"terangnya.
Lengangnya pintu masuk Bali Barat ini membuat beban petugas keamanan yang bertugas di Pelabuhan Gilimanuk sedikit terkurangi kendati demikian mereka tampak tetap siaga. Memasuki detik-detik dilaksanakannya eksekusi mati tersebut, pemeriksaan semakin diperketat. Semua penumpang dan barang yang keluar maupun masuk Bali diperiksa dengan melibatkan pula anjing pelacak khusus bahan peledak dari unit K-9 Polda Bali.
Menurut salah seorang anggota polisi yang bertugas di Pelabuhan Gilimanuk, Aiptu Redana, pemeriksaan ketat ini sudah dilakukan sejak lama, semakin diperketat menjelang eksekusi dilaksanakan. "Pemeriksaan ketat ini akan terus berlanjut, kami hanya melaksanakan perintah saja,"ujarnya.
Lengangnya Pelabuhan Gilimanuk juga menyebabkan petugas yang bertugas di sana tidak mengalami kesulitan dalam memeriksa penumpang dan barang lantaran volumenya tidak sepadat hari-hari biasanya. "Jika hari biasa, padatnya penumpang dan barang dimulai dinihari hingga pagi, namun sejak diumumkannya eksekusi mati Amrozy cs, penumpang jauh menurun sehingga kami tidak kesulitan melakukan pemeriksaan terhadap penumpang maupun barang," ujar Redana.
Situasi lengang di Pelabuhan Gilimanuk masih berlanjut pasca dieksekusinya Amrozy cs Pantauan di lapangan, Minggu (9/11), jumlah orang, kendaraan dan bus yang akan menyeberang dari Gilimanuk maupun yang tiba di Gilimanuk tetap tidak berubah. Tampak tidak sedikit bus tujuan berangkat dari Denpasar ke Jember, Surabaya atau daerah lainnya maupun sebaliknya, hanya mengangkut beberapa penumpang saja.
"Biarpun eksekusi telah dilakukan, penumpang masih saja sepi. Mungkin akan berlanjut hinga beberapa hari ke depan. Sepinya penumpang membuat penghasilan pengurus bus, ojek dan pedagang asongan yang mangkal di Pelabuhan Gilimanuk menurun,"ujar Ketut Kari, pengurus bus yang ditemui pagi kemarin. (dey)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3321 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 789 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 729 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan