Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Serius Bahas Gawatnya Bencana Akibat Global Warming
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pertemuan Panglima Angkatan Bersenjata Se-Asia Pasifik di Nusa Dua Bali hari Kamis (13/11)lalu berakhir. Pertemuan ini menyepakati beberapa hal penting di bidang kerjasama militer, termasuk kerjasama dalam menanggulangi bencana alam yang diakibatkan oleh perubahan iklim dunia.
Konfrensi tahunan para Panglima Angkatan Bersenjata se-Asia Pasifik ini diikuti oleh para panglima dari 26 negara Asia Pasifik seperti Indonesia, Amerika serikat, Australia, Inggris, Jepang, Kamboja, dan beberapa negara di kawasan Asia Pasifik lainnya.
Meski sudah diundang, pertemuan ini tidak dihadiri Panglima Angkatan Bersenjata dari Cina, India, dan Korea Utara.
Pertemuan Panglima Angkatan Bersenjata yang berlangsung selama 3 hari ini membahas beberapa persoalan penting yang menyangkut kerjasama militer multilateral,seperti soal pemberantasan aksi terorisme, penyamaan persepsi militer dengan militer guna menciptakan stabilitas kawasan, dan beberapa isu penting lainnya di bidang militer.
Selain membahas beberapa isu di atas, pertemuan ini juga memberi porsi yang besar pada pembahasan masalah global warming atau pemanasan global dan dampak perubahan iklim bagi masyarakat dunia.
Para Panglima Militer yang hadir sama-sama sepakat, bencana alam akibat perubahan iklim merupakan 'musuh' bersama yang harus dihadapi secara bersama-sama.
Perubahan iklim akan menimbulkan berbagai bencana alam seperti banjir, air laut naik, akan ada pulau yang tenggelam. Saat bencana itu datang, akan ada wabah penyakit, akan ada perpindahan penduduk, akan ada migrasi penduduk dari satu negara ke negara lainnya, dan berbagai persoalan serius lainnya,†kata Panglima TNI Jendral Djoko Santoso, dalam jumpa pers di Nusa Dua (13/11).
Dengan adanya berbagai bencana akibat perubahan iklim, kata Djoko, perlu adanya sebuah kerjasama atau koordinasi antar negara, khusunya militer, agar bencana alam akibat perubahan iklim ini tidak menimbulkan persoalan baru bagi hubungan antar bangsa di kawasan Asia pasifik.
Dalam pertemuan ini para Panglima Militer membahas konsep untuk merespon bencana serta peran militer dalam mengatasi bencana sebagai dampak perubahan iklim,†kata Djoko.
Perhatian serius terhadap penanganan bencana alam akibat perubahan ilim dunia juga disampaikan Panglima Komando Pasifik Amerika Serikat, Tymothy j. Keating.
Masalah pemanasan global dan perubahan iklim merupakan persoalan serius yang harus kita hadapi bersama. Ke depan, harus ada suatu kerjasama yang baik antar negara di kawasan Asia Pasifik dan kawasan lainnya di dunia,†kata Tymothy.
Pertemuan para Panglima Angkatan Bersenjata ini merupakan pertemuan ke-11 sejak digelar pertama kali tahun 1998.Pertemuan yang disponsori Komando Pasifik Amerika Serikat ini bertujuan untuk meningkatkan saling pengertian dalam hubungan antara militer dengan militer di kawasan Asia Pasifik, dalam rangka menciptakan stabilitas kawasan.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3811 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1757 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang