Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Serius Bahas Gawatnya Bencana Akibat Global Warming
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pertemuan Panglima Angkatan Bersenjata Se-Asia Pasifik di Nusa Dua Bali hari Kamis (13/11)lalu berakhir. Pertemuan ini menyepakati beberapa hal penting di bidang kerjasama militer, termasuk kerjasama dalam menanggulangi bencana alam yang diakibatkan oleh perubahan iklim dunia.
Konfrensi tahunan para Panglima Angkatan Bersenjata se-Asia Pasifik ini diikuti oleh para panglima dari 26 negara Asia Pasifik seperti Indonesia, Amerika serikat, Australia, Inggris, Jepang, Kamboja, dan beberapa negara di kawasan Asia Pasifik lainnya.
Meski sudah diundang, pertemuan ini tidak dihadiri Panglima Angkatan Bersenjata dari Cina, India, dan Korea Utara.
Pertemuan Panglima Angkatan Bersenjata yang berlangsung selama 3 hari ini membahas beberapa persoalan penting yang menyangkut kerjasama militer multilateral,seperti soal pemberantasan aksi terorisme, penyamaan persepsi militer dengan militer guna menciptakan stabilitas kawasan, dan beberapa isu penting lainnya di bidang militer.
Selain membahas beberapa isu di atas, pertemuan ini juga memberi porsi yang besar pada pembahasan masalah global warming atau pemanasan global dan dampak perubahan iklim bagi masyarakat dunia.
Para Panglima Militer yang hadir sama-sama sepakat, bencana alam akibat perubahan iklim merupakan 'musuh' bersama yang harus dihadapi secara bersama-sama.
Perubahan iklim akan menimbulkan berbagai bencana alam seperti banjir, air laut naik, akan ada pulau yang tenggelam. Saat bencana itu datang, akan ada wabah penyakit, akan ada perpindahan penduduk, akan ada migrasi penduduk dari satu negara ke negara lainnya, dan berbagai persoalan serius lainnya,†kata Panglima TNI Jendral Djoko Santoso, dalam jumpa pers di Nusa Dua (13/11).
Dengan adanya berbagai bencana akibat perubahan iklim, kata Djoko, perlu adanya sebuah kerjasama atau koordinasi antar negara, khusunya militer, agar bencana alam akibat perubahan iklim ini tidak menimbulkan persoalan baru bagi hubungan antar bangsa di kawasan Asia pasifik.
Dalam pertemuan ini para Panglima Militer membahas konsep untuk merespon bencana serta peran militer dalam mengatasi bencana sebagai dampak perubahan iklim,†kata Djoko.
Perhatian serius terhadap penanganan bencana alam akibat perubahan ilim dunia juga disampaikan Panglima Komando Pasifik Amerika Serikat, Tymothy j. Keating.
Masalah pemanasan global dan perubahan iklim merupakan persoalan serius yang harus kita hadapi bersama. Ke depan, harus ada suatu kerjasama yang baik antar negara di kawasan Asia Pasifik dan kawasan lainnya di dunia,†kata Tymothy.
Pertemuan para Panglima Angkatan Bersenjata ini merupakan pertemuan ke-11 sejak digelar pertama kali tahun 1998.Pertemuan yang disponsori Komando Pasifik Amerika Serikat ini bertujuan untuk meningkatkan saling pengertian dalam hubungan antara militer dengan militer di kawasan Asia Pasifik, dalam rangka menciptakan stabilitas kawasan.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2929 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2050 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2010 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1808 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun