Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Di Negara Maju, 85% Berorientasi ke Swasta

Senin, 17 November 2008, 17:45 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali, Gde Wiratha menyoroti kebijakan pemerintah di Indonesia yang dinilai belum optimal berorientasi kepada sektor swasta. Padahal sektor swasta sangat penting perannya.

 

Di negara-negara maju, kata Wiratha, hampir 85% kebijakan pemerintah berorientasi pada sektor swasta, baik itu menyangkut perpajakan, suku bunga perbankan yang rendah, fasilitas kepabeanan serta proteksi industri dalam negeri baik skala nasional maupun regional di negara tersebut.

"Di Indonesia, kondisi ini tidak dirasakan pengusaha menjadi potensi dan dianggap tidak paham proses perijinan, dan bila tidak memberikan gratifikasi akan dipersulit," tandas Wiratha di Renon Senin (17/11).

Wiratha mengatakan, seorang presiden di mana pun saat melakukan kunjungan ke suatu negara, maka presiden itu akan selalu mengajak pengusaha-pengusaha sukses dan memberikan apresiasi positif tentang industri di negaranya, baik kunjungan itu bilateral ekonomi dan politik maupun multi lateral, bahkan pada sidang umum PBB di New York hal tersebut dilakukan banyak negara.

 

Begitu juga negara yang dikunjungi selaku penerima tamu, presidennya akan didampingi pakar ekonomi dan pemimpin perusahaan dari sektor swasta, karena pembicaraan tidak akan lepas dari masalah ekonomi, keuangan dan industri domestik.

"Indonesia dengan 33 provinsi sudah saatnya mengadaptasi kebijakan ekonomi global negara-negara berkembang seperti Malaysia, Vietnam dan Thailand," lontar Wiratha. Di negara-negara ini sangat terbuka soal biaya perijinan.

"Di Indonesia tidak ada biaya perijinan yang jelas, namun biaya yang dikeluarkan jauh lebih tinggi dibanding di luar negeri," pungkas Wiratha. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sss



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami