Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Bendesa Adat Minta Pelaku Dihukum Berat
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Bendesa Adat Pakraman Panjer Nyoman Budiana mengatakan, praktek aborsi Drg. Arik Wiantara, yang menewaskan seorang wanita muda, telah mencemarkan nama baik banjar di lingkungan tempatnya tinggal. Ia meminta aparat kepolisian menghukum berat tersangka.
Kejengkelan warga Panjer cukup beralasan. Betapa tidak, Drg. I Ketut Arik Wiantara, sudah dua kali mencoreng muka warga di seputaran tempat tinggalnya di Banjar Bengkul Panjer, khususnya di Jalan Petanu Gang Gelatik Panjer Denpasar Selatan.
Pertama sekitar tahun 2005 lalu saat kedoknya menjagal ribuan janin terbongkar. Kedua, aksi aborsi hingga menyebabkan meninggalnya nyawa I Komang Asih.
Aparat desa baik adat maupun dinas meminta pihak yang berwenang memberikan hukuman terberat kepada dokter gigi residivis itu. Selain itu aparat desa juga akan mengambil langkah penyucian, dengan menggelar upacara pembersihan atau mecaru.
Warga di sini meminta pihak berwajib berani menjatuhkan hukuman yang berat, ujar Nyoman Budiana.
Sementara itu, rumah drg Arik, di jalan Petanu Gang Gelatik Nomor 5 masih terlihat sepi. Pagar pintu masih tertutup. Namun, rumah lelaki berkacamata minus itu telah dilengkapi kamera CCTV, yang dipasang di depan rumahnya.
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5924 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan