Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Nyaleg, Perbekel Didemo Warga
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Warga Dangin Tukadaya mendemo perbekel (kepala desa) nya yang kini mencalonkan diri sebagai calon legislatif karena tidak konsisten. Dulu saat kampanye pemilihan perbekel menyatakan siap mengabdikan diri sebagai perbekel sampai masa bhaktinya selesai.
Niat Perbekel Dangintukadaya, Jembrana, I Made Sueca Antara untuk duduk di kursi dewan, terusik dengan kehadiran puluhan warganya menemui dirinya di kantor perbekel setempat, Kamis (4/12).
Kehadiran mereka untuk menagih janji Sueca dalam kampanye pemilihan perbekel beberapa waktu lalu yang menyatakan siap mengabdikan diri sebagai perbekel sampai masa bhaktinya selesai.
Puluhan warga ini mempertanyakan hal tersebut karena saat ini Sueca telah terdaftar sebagai calon legislatif (caleg) pada Pemilu mendatang.
Puluhan warga yang mengatasnamakan sebagai Elemen Masyarakat Dangintukadaya mempertanyakan kenapa Sueca mendaftarkan diri sebagai caleg sementara janji kampanye saat pemilihan perbekel tersebut belum tuntas.
"Dulu saat mencari dukungan sebagai perbekel, Sueca Antara menyampaikan kesanggupannya untuk mengabdikan dirinya sebagai perbekel sampai masa bhaktinya berakhir," kata Wayan Suarya salah seorang pendemo.
Koordinator aksi demo, Gusti Ngurah Ketut Mulia Hartawan mengatakan dengan Sueca menjadi caleg, masyarakat Dangintukadaya merasa dilecehkan lantaran dinilai tidak bertanggung jawab secara moral sebagai seorang perbekel.
"Bukannya kami melarang untuk menjadi caleg tapi seharusnya tugas sebagai perbekel dituntaskan dulu. Baru setahun lebih jadi perbekel, sekarang kok sudah menjadi caleg, kami merasa dilecehkan. Apa begini tanggung jawab moral seorang perbekel," kata Hartawan.
Lanjut Hartawan, kedatangan mereka menemui perbekel bukan melawan aturan namun untuk mencari solusi."Kami hanya menanyakan kenapa kami ditinggalkan sebelum tanggung jawab sebagai perbekel selesai. Memimpin desa saja sudah dengan janji-janji, apalagi nanti menjadi dewan. Kami hanya menuntut tanggung jawab moral sebagai seorang perbekel. Seharusnya fokus dulu menjadi perbekel," tandasnya.
Pendemo yang dilengkapi sebuah spanduk bertuliskan 'Masyarakat Dangin Tukadaya Tidak Percaya Dengan Gaya Kepemimpinan Dek Ecok Yang Bikin Cekcok' mengharapkan sebelum meninggalkan masyarakat sebagai perbekel untuk menjadi caleg, seharusnya perbekel mensosialisasikan terlebih dahulu.
Menanggapi tuntutan pendemo, Suweca Antara mengatakan dirinya mencalonkan diri sebagai legislatif didasari atas keinginan dirinya memperjuangkan desanya.
"Lebih banyak orang yang diajak berjuang untuk desanya, tentu Desa Dangintukadaya akan semakin maju. Biarpun sekarang Dangintukadaya sudah berprestasi namun masih banyak hal yang perlu diperjuangkan demi desa,"katanya.
Sueca juga membantah tudingan kalau dirinya melecehkan warganya. "Seingat saya, selama proses DCT saya tidak pernah melakukan tindakan amoral. Kalau ada tudingan seperti ini, saya secara pribadi merasa terusik. Apa mau dan siap jika saya menuntut anda secara hukum?" tantangnya.
Dari pengamatan, demo tersebut berlangsung alot lantaran kedua belah kubu saling ngotot sehingga tidak ada titik temu.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5887 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4617 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2586 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2230 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2206 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan