Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pencegahan Ciri-Ciri dan Penanggulangan Rabies

Sabtu, 6 Desember 2008, 13:17 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Merebaknya wabah virus rabies yang terjadi pada anjing meresahkan warga di wilayah Kabupaten Badung Bali beberapa hari terakhir ini. Untuk melakukan pencegahan penyebaran virus rabies ini, ada baiknya kita mengenali ciri-ciri anjing piaraan maupun anjing liar yang terjangkit virus rabies atau anjing gila.

Agar kita tidak menjadi korban gigitan anjing rabies, ada baiknya kita perlu lebih waspada dengan melakukan berbagai upaya pencegahan.

Upaya pertama adalah merawat anjing kesayangan kita dengan baik dan rutin melakukan vaksinasi ke dokter hewan minimal 1- 2 kali dalam setahun, mengikat atau memberi kandang anjing piaraan kita. Jangan biarkan anjing kesayangan kita berkeliaran di jalanan dan bergaul dengan anjing-anjing liar agar terhindar dari penularan virus rabies.

Agar terhindar dari gigitan binatang yang terjangkit virus rabies, alangkah baiknya kita tidak berada terlalu dekat dengan binatang seperti anjing, kucing, dan kera liar, karena ketiga hewan ini merupakan hewan yang dapat menularkan panyakit
rabies (HPR).

Selain itu, kita sebaiknya bisa mengetahui sedini mungkin ciri-ciri anjing yang terjangkit virus rabies atau anjing gila.

Ciri-ciri tersebut antara lain terjadi perubahan perilaku pada anjing yang sebelumnya jinak berubah menjadi galak, dan sebaliknya dari galak menjadi jinak.

Anjing yang terjangkit penyakit rabies biasanya menggigit benda apa saja baik kayu, karet, besi, dan benda lainnya, mengeluartkan air liur yang menetes berlebihan, melompat-lompat seperti menangkap lalat, takut air dan cahaya, serta senang bersembunyi di tempat gelap dan dingin.

Anjing yang sudah gila juga tidak mau menuruti perintah majikannya serta hilang nafsu makan. Anjing yang mengidap rabies, setelah menggigit akan mati maskimal dua minggu setelah menggigit orang, jelas Gede Asrama, Kabid Kesehatan Hewan Disnak Badung.

Sementara ciri-ciri orang terkena penyakit rabies antara lain nafsu makannya hilang yang disertai sakit kepala, tidak bisa tidur, demam tinggi, mual, dan muntah-muntah. Selain itu, penderita rabies juga takut dengan air maupun cahaya, air liur dan mata keluar berlebihan, kejang-kejang yang disusul dengan kelumpuhan sebelum akhirnya meninggal jika tidak segera diobati ke dokter.

Langkah yang perlu ditempuh jika kita maupun orang di sekitar kita digigit anjing adalah mengambil langkah cepat yaitu mencuci luka gigitan hewan tersebut dengan sabun selama kurang lebih 5-10 menit di bawah air mengalir atau di guyur. Kemudian memberi luka gigitan dengan alkohol 70 persen atau yodium tincture, serta segera pergi ke puskemas, rumah sakit, atau dokter terdekat untuk mendapatkan pengobatan yang lebih optimal.

Penyakit rabies atau anjing gila adalah suatu penyakit menular yang akut yang menyerang susunan syaraf pusat karena disebabkan virus rabies jenis Rhabdho yang dapat menyerang semua hewan berdarah panas maupun manusia.

Penyakit rabies bisa mengakibatkan kematian jika tidak ditanggulangi dengan cepat dan baik. Dengan melakukan pencegahan serta mengenali ciri-ciri anjing piaraan kita maupun anjing liar di sekitar kita yang terjangkit virus rabies, kita akan dapat terhindar dari penyakit gigitan anjing gila. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/dey



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami